Jakarta, LanggurNews.com | Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memaparkan capaian serta arah pengembangan pariwisata Indonesia di hadapan Harvard Indonesian Student Association (HISA).
Kegiatan yang digelar dalam dalam “Leaders’ Meeting: Beyond Destinations – Reimagining Indonesia’s Tourism Future” tersebut berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Dalam paparannya, Menpar menegaskan kekuatan fundamental Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau, keanekaragaman hayati, serta lebih dari 6.100 desa wisata yang menyimpan tradisi dan kearifan lokal.
“Lima desa wisata Indonesia bahkan telah diakui sebagai desa wisata terbaik dunia oleh UN Tourism,” kata Widiyanti.
Selain itu, Indonesia juga memiliki 12 UNESCO Global Geopark, 10 Situs Warisan Dunia, serta 16 warisan budaya takbenda yang tercatat di UNESCO.
“Hal ini menegaskan bahwa pariwisata Indonesia bukan sekadar tentang satu destinasi, melainkan sebuah ekosistem yang terbentang dalam berbagai lapisan geografi, budaya, alam, dan masyarakatnya,” ujarnya.
Widiyanti menjelaskan, pemerintah saat ini memfokuskan pembangunan pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal di 13 destinasi utama, yang terdiri dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif.
“Visi kami tidak hanya menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan memastikan peluang yang adil bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Menpar juga memaparkan kinerja sektor pariwisata sepanjang 2025 yang dinilai solid. Kunjungan wisatawan mancanegara pada periode Januari–November 2025 mencapai 13,98 juta dan diproyeksikan menembus 15,34 juta kunjungan hingga akhir Desember, melampaui target batas atas 15 juta kunjungan.
Rata-rata pengeluaran wisatawan internasional juga meningkat menjadi 1.259 dolar AS per kunjungan pada tiga kuartal pertama 2025, melampaui target 1.220 dolar AS. Dampaknya, devisa pariwisata tercatat sebesar 13,82 miliar dolar AS dan diproyeksikan mencapai 18,53 miliar dolar AS pada akhir tahun.
Sektor pariwisata turut menjadi motor penciptaan lapangan kerja dengan menyerap 25,91 juta tenaga kerja per Agustus 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi 26,53 juta orang pada 2026.
Di tingkat ASEAN, Widiyanti menyebut Indonesia berada di peringkat kelima dari sisi jumlah kunjungan absolut pada periode Januari–November 2025.
Tantangan utama yang dihadapi antara lain tingginya brand awareness negara tetangga seperti Thailand, serta kebijakan visa Indonesia yang relatif lebih ketat.
Namun dari sisi pertumbuhan, Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di kawasan.
“Jika kita membandingkan dengan Malaysia, misalnya, kita perlu mengecualikan data ekskursionis. Dengan perbandingan yang setara, pertumbuhan Indonesia sangat kompetitif,” jelasnya.
Menyongsong 2026, Kementerian Pariwisata mengkurasi lima program unggulan, yakni penguatan keamanan pariwisata, peningkatan skala dan kualitas desa wisata, pengembangan paket wisata tematik, penguatan program Event by Indonesia, serta Tourism 5.0 melalui pemanfaatan teknologi.
Selain gastronomi, wellness, dan bahari, pengembangan juga merambah sektor seni, desain, dan tekstil untuk memperluas daya tarik wisatawan kelas menengah atas.
Meski demikian, Menpar juga menyoroti sejumlah tantangan fundamental seperti konektivitas, kebijakan visa, pengelolaan lingkungan dan keamanan, manajemen pengunjung, hingga ketersediaan tenaga kerja pariwisata bersertifikat.
“Saat ini kami melaksanakan program upskilling tahunan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pariwisata,” ujar Widiyanti.
Widiyanti optimistis dengan kolaborasi lintas sektor, pariwisata Indonesia akan tumbuh sebagai sektor berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pariwisata harus menjadi kekuatan bersama yang menghadirkan kesejahteraan dan kebanggaan nasional,” tutupnya.
Dalam kegiatan tersebut, Menpar turut didampingi Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini serta Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini Mohamad Paham.
(Kemenpar/LN)



































































































