Langgur, LanggurNews.com – Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra) Periode 2024-2029 Martinus Sergius Ulukyanan (MSU) dan Ahmad Yani Rahawarin (AYR) terus gencar mengkampanyekan visi dan misinya.
Memasuki hari keenam safari politiknya, paslon dengan nomor urut 1 (satu) bersama pimpinan partai politik (parpol) itu menyambangi Kecamatan Hoat Sorbay, tepatnya di Ohoi (Desa) Evu, Selasa (1/10/2024).
Lokasi kampanye dialogis paslon Maryadat dipusatkan di pelataran lokasi wisata Pemandian Air Evu (dalam bahasa Kei disebut wear mas il).
Ketua tim pemenang Demianus Ubro tampil sebagai pembicara awal dengan menyampaikan visi dan misi paslon Maryadat.
Adapun visi paslon Maryadat yakni Terwujudnya Kabupaten Maluku Tenggara Maju, Sejahtera, Damai, Cerdas dan Bermartabat.
Sejumlah persoalan yang menjadi keluhan warga setempat yakni potensi sumber air, yang selama ini tidak diperhatikan oleh pemerintah daerah.
Padahal, Evu sebagai Ohoi penghasil sumber air untuk Malra yang berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat di kabupaten yang bertajuk Bumi Larwul Ngabal itu.
Warga mengeluh, karena selama ini terkait dana bagi hasil (khusus untuk air Evu) lewat PDAM, tidak pernah dinikmati oleh warga setempat.
Selain itu, warga juga mengeluhkan pemasaran hasil rumput laut, yang selama ini luput dari perhatian pemerintah daerah setempat.
Keluhan itu mendapat perhatian serius dari paslon Maryadat dan tim kampanyenya.
Albert Alo Jamlean (salah satu pembicara paslon Maryadat) mengungkapkan, potensi unggulan di ohoi Evu yakni sumber air bersih yang menghidupkan dan dinikmati seluruh warga masyarakat Malra melalui Perusahaan Adaerah Air Minum (PDAM).
“Namun disayangkan, pajak (tagihan) air pelanggan yang ditarik dari meteran pelanggan selama ini oleh pihak PDAM, sedikitpun dana bagi-hasilnya tidak diberikan kepada pemilik sumber air yakni warga dan ohoi Evu,” beber Alo.
Olehnya itu, dalam misi paslon Maryadat untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur dalam menunjang ekonomi masyarakat, sudah saatnya sumber air Evu ini harus dimanfaatkaan sebaik dan semaksimal mungkin untuk masyarakatnya.
“Salah satu caranya adalah air Evu ini dimanfaatkan sebagai air kemasan yang bisa terjual dan bersaing dengan produk air kemasan lainnya di Kei ini,” imbuhnya.
Anggota DPRD aktif itu menambahkan, potensi lainnya di Evu ini adalah budidaya rumput laut.
“Saya tahu persis semua pembeli rumput laut selalu mengatakan bahwa rumput laut yang memiliki kualitas terbaik salah satunya yakni dari ohoi Evu. Ohoi ini punya kualitas rumput laut yang berbeda. Sumber daya ini perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan warga disini,” kata Alo.
Ia mengatakan, paslon Maryadat sudah punya tekad, kedepan nanti saat memimpin daerah ini, budidaya rumput laut di ohoi Evu akan dikembangkan secara intens mulai dari pengolahannya menjadi produk unggulan hingga pemasarannya.
“Keberpihakan paslon Maryadat terhadap potensi-potensi unggulan di seluruh ohoi termasuk Evu yang selama ini sengaja dilupakan dan tidak diperhatikan pemerintah daerah, akan menjadi atensi MSU dan AYR,” tukas Alo.
Dua keluhan warga itu pun ditanggapi serius oleh Ahmad Yani Rahawarin (calon Wakil Bupati).
Terkait kontribusi Ohoi Evu melalui air bersih, Rahawarin menjelaskan, sejak menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan kurang lebih empat tahun, keuntungan (laba) perusahaan daerah air minum (PDAM) tidak pernah masuk dalam APBD Malra.
“Saya mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah selama kurang lebih empat tahun. Saya lihat didalam satu klausul APBD yaitu laba perusahaan daerah yaitu perusahaan daerah air minum (PDAM), keuntungannya belum pernah masuk dalam APBD, apalagi ohoi Evu,” bebernya.
Olehnya itu, ketika warga ohoi Evu memberikan mandat kepada paslon Maryadat, maka ia dan MSU akan mengendalikan PDAM Malra ini.
Menurutnya, manajemen PDAM Malra ini harus dirubah. Kenapa harus dirubah? Sejatinya adalah kalau daerah penghasil untuk sumber daya alam, pembagiannya harus jelas yakni 80 % (untuk daerah penghasil) dan 20 % (untuk daerah sekitarnya). Itu adalah ketentuan dalam kaitannya dengan bagi-hasil sumber daya alam.
“PDAM harus ditata secara baik. Supaya seluruh orang yang menikmati air Evu ini punya kontribusi, dalam kaitannya dengan pengembalian air yang mereka minum dalam bentuk angsuran (beban) penggunaan bibit air yang digunakan setiap hari,” terang mantan Sekda itu.
Artinya, seluruh air yang terjual ke masyarakat umum, pengembaliannya jelas. Masuk sebagai penerimaan daerah (sebagai keuntungan perusahaan daerah), kemudian ada bagi hasil untuk desa penghasil yaitu Evu.
“Karena laba perusahaan daerah yang masuk sebagai kontribusi pendapatan daerah sejak saya Kepala Badan Pendapatan tahun 2016 sampai saat ini, tidak ada bagi-hasil untuk air Evu ini. Padahal Evu ini sebagai ohoi penghasil, masa tidak terima bagi hasil? Ini karena salah urus. Pemerintah daerah tidak becus mengurusnya,” tegas Rahawarin.
“Ini adalah inovasi pertama di ohoi ini yang akan kami berdua (saya dan pak Martinus) lakukan ketika masyarakat Malra termasuk ohoi Evu memenangkan kami saat pilkada nanti,” katanya menambahkan.
Dijelaskan Rahawarin, terkait rumput laut, kedepan nanti ketika paslon Maryadat akan menghidupkan kembai perusahaan daerah untuk mengembangkan industri rumput laut di daerah ini.
“Artinya, saatnya nanti bapak-ibu pengelola budidaya rumput tidak mengalami kesulitan tentang pemasaran, karena perusahaan daerah yang akan membeli hasil rumput laut warga termasuk ohoi Evu. Kami akan hidupkan seluruh sentra-sentra produksi (dalam ilmu keuangan disebut celah-celah fiskal),” tukasnya
Pada kesempatan itu, calon Bupati MSU mengingatkan simpatisan, pendukung, relawan dan warga ohoi Evu untuk tetap menjaga kamtibmas, khususnya dalam momentum pilkada ini.
“Kita harus pastikan daerah ini harus aman,” ujar MSU.
Sebagai Calon Bupati, MSU pun menyatakan keberpihakannya untuk menjawab keluhan-keluhan warga ohoi Evu.
“Pengembangan potensi air Evu dan rumput laut menjadi tugas utama kami Maryadat. Pemda punya kewajiban untuk membantu warga Evu terkait dengan bagi hasil atas kontribusi air bersih dan menyediakan pasaran bagi pembudidaya rumput laut. Untuk menjawab semua itu, tanggal 27 November nanti warga ohoi Evu dapat memilih dan memenangkan pasangan Maryadat,” pungkas MSU.



































































































