Langgur, LanggurNews.com – Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra) Periode 2024-2029 atas nama Martinus Sergius Ulukyanan (MSU) dan Ahmad Yani Rahawarin (AYR) tengah melaksanakan safari kampanye politikya.
Saat ini, paslon dengan nomor urut 1 (satu) itu sementara menyambangi ohoi (desa) di daratan pulau Kei Besar, tanah leluhur mereka berdua.
Dari ohoi yang satu ke ohoi lainnya, pasangan dengan jargon MARYADAT (Martinus Yani Anak Adat) ini terus mendapat dukungan dari warga masyarakat.
Salah satu pensiunan ASN, yang saat ini menjadi bagian dari tim kampanye pasangan Maryadat menyatakan, bahwa MSU dan AYR adalah sosok yang tepat untuk melakukan perubahan bagi kesejahteraan masyarakat Malra secara menyeluruh.
Mantan Kepala BPBD Malra itu menilai, MSU dan AYR adalah dua sosok pemimpin ideal, memiliki kharisma dan daya tarik yang tinggi.
“Bapak MSU adalah pensiunan PNS di Papua sekaligus mantan sekretaris KPUD Puncak Jaya. Dia mengabdi disana selama 25 tahun. Sementara bapak Ahmad Yani adalah seorang mantan Kepala Bappeda dan Sekretaris Daerah Kabupaten Malra yang berkarir 30 tahun di birokrasi,” kata Ingratubun dalam orasi politiknya saat kampanye paslon Maryadat di zona 4 Kecamatan Kei Besar Utara Barat, Rabu (2/10/2024).
Menurutnya, Martinus-Yani memiliki jiwa kepemimpinan yang mumpuni sejak mereka berdinas. Keduanya pun disebut pantas menduduki kursi kepala daerah.
“Saya tahu betul kemampuan mereka berdua. Dorang (mereka) dua (Martinus-Yani) ini sangat mampu menjadi pemimpin dan membawa perubahan untuk Maluku Tenggara. Mereka adalah sosok yang tepat dan pantas untuk pimpin Malra,” tegas Ingratubun.
Diketahui, selama berkarier 30 tahun lebih sebagai ASN di Malra, Ingratubun pernah mengabdi pada lima OPD berbeda yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (14 tahun), Keuangan (1 tahun), PMD (4 tahun) Kesbangpol (3 tahun), dan Badan Penanggulangan Bencana.
Warga masyarakat di Maluku Tenggara khususnya di lingkup Pemkab Malra yang tidak kenal dengan seorang Mohtar Ingratubun ?
Sosok birokrat murni itu mengetahui secara jelas seluk-beluk birokrasi dan rekam jejak politik lima tahun silam.
Selain itu, ia juga bahkan diketahui memiliki andil dalam kemenangan calon kepala daerah lima tahun kemarin.
Dihadapan warga yang menghadiri kampanye, Ingratubun mengakui telah salah menuntun masyarakat untuk memilih sosok kepala daerah yang tidak tepat lima tahun lalu. Akibatnya, kini nasib PNS maupun masyarakat melarat.
“Lima tahun yang silam, katong semua termasuk saya ini adalah PNS eselon II yang saat itu nyata-nyata mempengaruhi masyarakat ohoi ke ohoi untuk menyatukan pilihan politik yang sama ke orang yang sama yang bukan ahlinya. Sehingga lima tahun ini katong semua menderita secara terstruktur,” terangnya.
Untuk itu, dalam ilkada 2024 ini, ia mengajak dan meyakinkan masyarakat setempat untuk memilih dan memenangkan pasangan Martinus-Yani.
“Mereka (Martinus-Yani) pantas, karena mereka paham tentang birokrasi, pembangunan dan keuangan. Mereka pasti akan mengelola APBD dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” tandas ingratubun.
“Mereka (MSU-AYR) berdua diselamatkan Tuhan untuk menjadi pemimpin di Malra. Kita semua harus menghantar mereka berdua ini. Mereka anak adat yang pantas untuk memimpin Kabupaten Malra periode 2024-2029,” pungkas Ingratubun dalam orasinya.



































































































