Tual, LanggurNews.com – Pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) Wali Kota/Wakil Wali Kota Tual Tahun 2024 semakin dekat.
Sebagai salah satu penyelenggara pemilihan umum (pemilu) dan pilkada, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tual tetap intens dalam melakukan pengawasan hingga pencegahan terkait dengan seluruh tahapan penyelengaraan.
Pilkada Kota Tual sendiri akan dihelat pada tanggal 27 November 2024.
Untuk mendukung pengawasan dan pencegahan dimaksud, Bawaslu Kota Tual gelar rapat koordinasi (rakor) bersama keempat Kelompok Kerja (pokja) di Tual, Sabtu (26/10).
Ketua Bawaslu setempat Moh. Sofyan Rahayaan kepada wartawan menjelaskan, banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan (rakor) itu.
“Intinya peran Bawaslu Kota Tual dan semua yang terlibat dalam pokja adalah lakukan pencegahan,” kata Rahayaan.
“Dengan adanya pokja ini tentunya bisa lebih luas untuk menjamah publik kota Tual dalam melahirkan pemilu yang berkualitas dan tidak bermasalah,” katanya menambahkan.
Dalam pokja ini, lanjut Rahayaan, terdiri dari unsur pemerintah daerah (kesbangpol, kepegawaian, keuangan, Satpol PP, perhubungan).
Kemudian ada juga dari unsur TNI, Polri dan Kejaksaan.
Ia berharap, dapat berkolaborasi dengan pokja dalam membantu tugas-tugas Bawaslu dalam melakukan pencegahan, terutama, mensosialisasikan kepada publik terkait kampanye, isu-isu negatif.
“Dengan demikian, pemilu ini bersih tanpa adanya pelanggaran yang dilakukan,” ujar Rahayaan.
Ia mengjngkapkan, biasanya pelanggaran terjadi, selain karena ada niat tapi terjadi juga karena ketidaktahuan.
“Jadi, mudah-mudahan dengan adanya pokja ini Bawaslu lebih maksimal melakukan pencegahan,” tandasnya.
Diketahui, empat kelompok dimaksud yakni Pokja Dukungan Administrasi Dana Hibah, Pokja Isu-isu Negatif, Pokja Netralitas ASN, serta Pokja Kampanye dan Alat Peraga Kampanye.



































































































