Jakarta, LanggurNews.com – Untuk menghadapi tantangan urbanisasi dan meningkatnya migrasi pemuda desa ke kota besar, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program strategis pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel Merah Putih).
Inisiatif ini ditujukan untuk menciptakan lapangan kerja produktif di desa serta mencegah fenomena “desa lansia” seperti yang terjadi di Jepang.
Program tersebut digawangi oleh Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) dengan Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, sebagai Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih.
“Pemuda desa kini hanya tersisa 40 persen. Jika tidak ada kegiatan produktif, desa akan ditinggalkan dan hanya dihuni lansia,” ujar Wamenkop Ferry dalam sosialisasi bersama Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia (PSBI) secara hybrid, Selasa (20/5).
Kopdes/Kel Merah Putih ditargetkan resmi diluncurkan pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.
Program ini diyakini akan mengembalikan kepercayaan pemuda desa untuk membangun kampung halamannya lewat kegiatan ekonomi berbasis koperasi.
Setiap koperasi akan mengelola minimal tujuh unit bisnis utama yang mencakup kebutuhan dasar masyarakat desa. Meski demikian, pemerintah memberi fleksibilitas agar pengurus dapat mengembangkan unit usaha lain sesuai potensi lokal.
“Kemenkop akan mendampingi hingga Oktober 2025. Di luar tujuh unit inti, koperasi boleh mengembangkan usaha berbasis potensi lokal,” kata Ferry.
Tak hanya soal lapangan kerja, kehadiran Kopdes/Kel Merah Putih juga diharapkan mampu menstabilkan harga bahan pokok serta mengatasi maraknya pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) yang menjebak warga desa.
Setiap koperasi diperkirakan menyerap minimal 25 tenaga kerja langsung, dengan pelatihan intensif berbasis praktik (90%) dan teori (10%).
“Seluruh tahapan kami siapkan dengan matang agar minim risiko kegagalan. Kalau desa maju, Indonesia akan maju,” tegas Ferry.
Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk Ketua Umum PSBI, Effendi Muara Sakti Simbolon, yang menyebut program ini sebagai langkah luar biasa dalam menghidupkan kembali desa tanpa mengganggu ekosistem yang ada.
“Kami siap menjadi inti plasma pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih. Ini pesan yang sangat jelas: desa tidak boleh kosong,” tegas Effendi.
Dengan sinergi lintas sektor dan semangat kolektif, program Kopdes/Kel Merah Putih menjadi harapan baru bagi kebangkitan ekonomi desa dan masa depan pemuda Indonesia.
(Humas Kementerian Koperasi/LanggurNews)
































































































