Namlea, LanggurNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku, kembali mencatat keberhasilan dalam bidang pertanian.
Pada Kamis (14/8/2025), warga binaan berhasil memanen 250 ikat sayuran sawi dari Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, mengungkapkan bahwa capaian ini lebih tinggi dibanding panen pertama.
“Panen pertama menghasilkan 200 ikat, sedangkan panen kedua ini meningkat menjadi 250 ikat. Untuk sawi, panen dilakukan bertahap, sehingga masih ada banyak bedengan di lahan seluas 984 m² yang siap dipanen,” jelasnya.
Hasil panen selanjutnya akan dijual kepada pengepul untuk dipasarkan ke masyarakat. Pendapatan dari penjualan digunakan untuk premi warga binaan sekaligus menjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bagi Lapas Namlea.
Kepala Lapas Namlea, M.M. Marsabessy, memberi apresiasi atas hasil kerja warga binaan dan menegaskan komitmen Lapas dalam pembinaan kemandirian.
“Pertanian menjadi salah satu fokus kami untuk membina keterampilan warga binaan sekaligus mendukung program akselerasi ketahanan pangan yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujarnya.
Sebagian hasil panen juga akan disalurkan untuk bantuan sosial (bansos) dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 pada Sabtu mendatang.
“Kami akan membagikan sawi ini secara gratis kepada masyarakat, agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas sesuai motto kami Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat,” tambah Marsabessy.
Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menegaskan bahwa pertanian menjadi fokus strategis jajaran Pemasyarakatan Maluku untuk mendukung program pemerintah pusat.
“Setiap Lapas dan Rutan harus memanfaatkan lahan yang ada serta melibatkan warga binaan dalam mendukung salah satu Asta Cita Presiden RI, yaitu ketahanan pangan,” tegasnya.



































































































