Namlea, LanggurNews.com – Upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku melakukan Supervisi Terintegrasi terkait Intervensi Public Private Mix (PPM) di sejumlah fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di Kabupaten Buru.
Dari enam fasyankes yang dipantau, Klinik Pratama Lapas Namlea menjadi salah satu lokasi kunjungan, Rabu (17/9/2025).
Pengawas Program TBC Maluku, Elvira Sunardi, yang memimpin supervisi menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah mengevaluasi implementasi program PPM di lapas sekaligus menemukan hambatan yang dihadapi.
“Fokus kami adalah advokasi layanan TBC di klinik Lapas Namlea. Kami ingin meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam deteksi dini, pengobatan, hingga penanganan yang tepat. Selain itu, kami dorong skrining kasus dilakukan lebih intensif agar bisa termonitoring dan terdata dengan baik,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, tim Dinkes juga memberikan On The Job Training penginputan data TBC melalui aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Elvira menegaskan, setiap fasyankes wajib melakukan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan Permenkes Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.
“Ke depan, klinik diharapkan rutin melaporkan data temuan kasus melalui SITB. Hal ini penting untuk mengurangi under reporting sekaligus meningkatkan kualitas layanan TBC,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menyambut baik langkah Dinkes Maluku. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap program penanggulangan TBC di dalam lapas.
“Program pemerintah, khususnya dari Dinkes, sejalan dengan komitmen kami dalam memastikan hak kesehatan warga binaan terpenuhi. Ke depan, kami pastikan petugas melaporkan data TBC secara real time dan akurat,” tegasnya.
Editor : Geraldo



































































































