Langgur, LanggurNews.com – Membawa puluhan wisatawan manca negara (wisman), Kapal Heritage Adventure berlabuh di pantai ohoi (desa) Ngilngof, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku, Rabu (3/7/2024).
Kedatangan kapal yang dibangun pada tahun 1991 dengan biaya USD 75 juta (Rp. 1,1 triliun) itu, membawa 97 orang wisman yang berasal dari berbagai negara.
“Total wisman yang datang hari ini yakni 97 orang berasal dari sejumlah negara diantaranya USA, Jerman, Belanda, New Zealand, Australia, Kanada, Rusia dan beberapa negara lainnya,” kata Oswald Huma (selaku Signature Papua Tours).
Kapal pesiar dengan panjang 124,8 meter dan lebar 18 meter, berkapasitas 146 penumpang dan 100 awak kapal itu, memiliki 8 dek dan 74 kabin.
Oswald mengungkapkan, dipilihnya pantai Ngurbloat (pasir panjang) sebagai lokasi kunjungan para wisman karena ini adalah icon kabupaten Malra.
“Kami juga ingin agar tempat ini dapat memberikan impact (dampak) ekonomi kepada daerah ini dari sektor pariwisata,” ujarnya.
“Kehadiran kami disini juga sebagai batu loncatan untuk mengembangkan pulau-pulau di sekitar pantai pasir panjang. Itu salah satu misi yang kami bawa saat ini,” kata Oswald menambahkan.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata setempat, Antonius Walken Raharusun saat dihubungi media ini menjelaskan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Tour Operator yang telah memilih pantai Ngurbloat sebagai lokasi kunjungan wisatawan dari berbagai negara.
“Kami berharap ini menjadi media peromosi yang efektif bagi para wisatawan, karena mereka bisa mengeksplor segala potensi yang ada disini,” ungkap Raharusun di Langgur, Kamis (4/7/2024).
Ia mengakui, durasi waktu kunjungan para wisman sangat singkat. Namun dengan kehadiran mereka di Ngurbloat (pantai dengan pasir terhalus di dunia ini) juga tentu akan menjadi cerita yang akan mereka bawa saat kembali ke negara asal.
“Kita berharap kedepan nanti akan ada banyak konten-konten wisata yang membuat mereka bisa stay lebih lama disini, sehingga akan bedampak jua dengan usaha-usaha kecil masyarakat setempat,” tandas Raharusun.



































































































