Jakarta, LanggurNews.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak Himpunan Humas Hotel (H3) Indonesia untuk berperan aktif dalam memperkuat publikasi mengenai pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Ajakan tersebut disampaikan Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, saat membuka H3 Summit 2025 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (25/9/2025).
Ia menegaskan bahwa industri perhotelan merupakan tulang punggung pariwisata nasional, sekaligus pintu pertama yang memberi kesan bagi wisatawan.
“Peran humas sangat penting. Humas hotel harus mampu membangun narasi positif, tidak hanya mengenai produk hotel, tetapi juga terkait pariwisata Indonesia yang mengedepankan prinsip berkelanjutan,” ujar Rizki.
Ia menjelaskan, tren pariwisata berkelanjutan semakin berkembang seiring meningkatnya kesadaran global terhadap isu lingkungan.
Indonesia menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca hingga 43,2 persen pada 2030 dengan dukungan internasional, serta mencapai emisi nol bersih pada 2060 atau lebih awal.
Sejalan dengan itu, banyak hotel telah menerapkan praktik ramah lingkungan, pelestarian alam, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, misalnya, sudah memiliki sistem pengelolaan limbah terstruktur yang bisa dijadikan contoh bagi industri perhotelan lain.
Kemenpar sendiri telah melaksanakan berbagai program, antara lain penanganan food waste, penerapan Blue, Green, dan Circular Economy (BGCE), pemberian penghargaan Green Hotel, hingga pengembangan rantai pasok berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).
“Tahun depan, sejumlah program pariwisata berkelanjutan juga akan didukung pembiayaan internasional,” tambah Rizki.
Menurutnya, hotel-hotel yang telah menerapkan praktik SDGs akan diprioritaskan dalam pameran pariwisata. Ia juga menekankan peran humas dalam mempromosikan wisata gastronomi dengan menyajikan kuliner autentik Indonesia sebagai daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Ketua PHRI, Hariyadi Sukamdani, dalam kesempatan yang sama menyebut pariwisata tidak bisa dilepaskan dari isu keberlanjutan. Penerapan konsep ramah lingkungan di hotel, katanya, dapat menciptakan efisiensi energi, memperkuat ketahanan industri, sekaligus mencegah kerusakan lingkungan.
“Tugas H3 adalah mengomunikasikan isu-isu terkait tourism sustainability,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum H3, Yulia Maria, menegaskan pihaknya siap menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan narasi positif mengenai pariwisata berkelanjutan.
Melalui H3 Summit 2025 yang bertema How Sustainability in Tourism Will Improve Your Hotel Business & Reputation, H3 berkomitmen menjadikan prinsip ESG (environment, social, governance) sebagai program utama untuk mendukung pariwisata nasional.
“Kami siap menjadi tulang punggung komunikasi demi keberlanjutan pariwisata Indonesia,” kata Yulia.
H3 Summit 2025 turut dihadiri Executive Committee Jakarta Hotel Association (JHA) Carlos Monterde, MVB Sustainability Consultant Alistair Speirs, Dewan Pakar Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Angkoso Soekadari, serta Sekretaris Umum Perhumas Benny Butarbutar.



































































































