Jakarta, LanggurNews.com – Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, menegaskan pentingnya sikap adaptif dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima dan inklusif di tengah dinamika perubahan zaman.
Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Informasi dan Pelayanan Publik di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (20/5).

“Pelayanan publik adalah wajah nyata dari reformasi birokrasi. Karena itu, harus dinamis, cepat tanggap, dan terus mengikuti perkembangan zaman,” ujar Bayu Aji.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari Kelompok Kerja Pelayanan Publik (PPID), unit kerja Kemenpar, Politeknik Pariwisata, hingga Badan Otorita.
Selama dua hari, peserta dibekali berbagai materi seputar pembaruan regulasi, inovasi layanan, dan strategi pelayanan publik yang inklusif.
Kementerian Pariwisata mencatat sejumlah capaian membanggakan dalam pelayanan publik sepanjang 2024, di antaranya, ZI WBBM (Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani), Predikat Pelayanan Prima dari PEKPPP, dan Predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat selama empat tahun berturut-turut.
Bayu Aji menyebutkan bahwa upaya peningkatan kapasitas SDM menjadi langkah strategis dalam mempertahankan dan memperkuat capaian tersebut.
Kepala Biro Komunikasi Kemenpar, Indri Wahyu Susanti, menekankan pentingnya pendekatan pelayanan yang inklusif.
“Pelayanan publik harus menjangkau semua lapisan, termasuk lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, ibu hamil, masyarakat miskin, dan korban bencana alam,” jelas Indri.
Narasumber yang hadir di antaranya Muhammad Imanuddin (Analis Utama KemenPANRB) yang memaparkan evaluasi 9 aspek pelayanan publik, Annie Londa (Tenaga Ahli KIP) yang menjelaskan pentingnya peran PPID dalam keterbukaan informasi, Silang.id yang berbagi praktik layanan inklusif bagi teman tuli, serta Jefro Ritonga dari Telexindo yang memberikan pelatihan pelayanan berbasis call center.
Jefro menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi, empati, dan kontrol diri bagi petugas layanan publik.
Kegiatan ini menjadi wadah kolaboratif untuk mendorong peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh. Indri berharap Kelompok Kerja PPID Kemenpar dapat terus bersinergi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.
“Pelayanan publik bersifat dinamis. Kolaborasi dan inovasi adalah kunci,” tutup Indri.
(Biro Komunikasi Kemenpar/LanggurNews)



































































































