Tual, LanggurNews.com – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa resmi meluncurkan berbagai program pembangunan strategis yang menjadi tonggak arah pembangunan Kota Tual ke depan.
Peluncuran tersebut digelar saat kunjungan kerja (kunker) Gubernur Lewerissa di Kota Tual, Senin (12/5).
Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat dalam sambutannya di hadapan Gubernur Lewerissa, mengungkapkan bahwa program-program ini disiapkan untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat peran Kota Tual dalam konektivitas nasional dan kesejahteraan rakyat.
“Saya percaya, tugas pemimpin bukan hanya menghadirkan mimpi, tetapi mewujudkan mimpi menjadi nyata lewat program nyata yang menyentuh kebutuhan rakyat,” ujar Wali Kota.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tual, lanjut Renuat, telah siap mendukung program prioritas Gubernur Maluku yaitu Maluku Integrated Port yang telah masuk dalam Proyek Strategi Nasional (PSN) pada RPJMN 2025-2029.
Untuk itu, Pelabuhan Tual akan direvitalisasi dan dikembangkan sebagai gerbang logistik regional, yang akan mendukung arus barang antarwilayah di Maluku hingga ke kawasan timur Indonesia.
“Proyek ini didesain terintegrasi dengan sektor perikanan dan perdagangan laut,” ujar Wali Kota Renuat.
Sebagai kota pesisir, Tual akan mengadopsi model penangkapan ikan terukur berbasis data kuota per zona tangkap.
Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, bertujuan menjaga keberlanjutan sumber daya laut dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Terkait ekspor perikanan, Wali Kota menegaskan komitmen mendorong ekspor langsung hasil perikanan dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tual.
Program ini akan dilengkapi dengan penyederhanaan regulasi ekspor dan peningkatan infrastruktur penunjang, termasuk sistem cold storage dan logistik.
Dalam bidang pendidikan, Pemkot Tual meluncurkan program “Sekolah Rakyat” — sekolah informal yang menyasar warga usia sekolah yang putus belajar, termasuk kelompok marjinal. Fokusnya adalah pendidikan dasar, kewirausahaan, dan keterampilan hidup.
“Sekolah Rakyat bukan sekadar bangunan, melainkan gerakan sosial untuk memastikan tak ada anak Tual yang tertinggal pendidikan,” tegas Renuat.
Dalam bidang pelayanan kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maren akan direvitalisasi sebagai rumah sakit rujukan regional dengan layanan unggulan.
Pemkot menggandeng Kementerian Kesehatan dan mitra internasional dalam proses peningkatan layanan dan SDM medis.
Kebijakan nasional Presiden Prabowo tentang Koperasi Merah Putih pun tidak luput dari atensi Pemkot Tual.
Wali Kota menyatakan, untuk mendorong ekonomi desa, program “Koperasi Desa Merah Putih” akan dikembangkan berbasis potensi lokal, seperti pertanian, perikanan, dan kerajinan.
Koperasi ini didesain transparan dan berorientasi pada peningkatan pendapatan warga desa.
Wali Kota juga memperkenalkan program Makan Bergizi Gratis untuk anak-anak sekolah dan kelompok rentan gizi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Program ini merupakan bagian dari agenda pembangunan SDM dan pengentasan stunting di Kota Tual.
Di akhir sambutannya, Wali Kota Tual menegaskan bahwa seluruh program tersebut dirancang selaras dengan visi besar Presiden RI, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial.
“Pembangunan bukan soal seberapa besar proyeknya, tapi seberapa besar manfaatnya bagi rakyat kecil,” ucapnya.
Peluncuran program ini menjadi momentum penting untuk menegaskan arah pembangunan Kota Tual yang inklusif, terintegrasi, dan visioner.
Editor : Geraldo Leisubun



































































































