Jakarta, LanggurNews.com | Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana berdialog dengan perwakilan asosiasi dan pelaku industri pariwisata untuk menyamakan persepsi serta membahas peluang dan tantangan pengembangan pariwisata nasional.
Dialog bertajuk Industri Berbicara itu digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Dalam forum tersebut, Widiyanti menegaskan pentingnya ruang dialog langsung antara pemerintah dan pelaku industri guna menyerap aspirasi serta memahami persoalan di lapangan.
Widiyanti menyebut, berbagai capaian positif pariwisata Indonesia sepanjang 2025 yang diakui di tingkat internasional menjadi modal penting untuk memperkuat program pariwisata nasional ke depan.
“Sektor pariwisata Indonesia mencatatkan berbagai pencapaian positif yang patut kita syukuri bersama. Kualitas pariwisata kita semakin diakui dunia melalui beragam penghargaan internasional,” kata Widiyanti dalam keterangannya.
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi erat antara Kementerian Pariwisata dengan para pemangku kepentingan, termasuk asosiasi pelaku usaha pariwisata.
Menurutnya, kolaborasi itu harus terus diperkuat agar pertumbuhan pariwisata semakin inklusif dan berkelanjutan.
Meski demikian, Widiyanti mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi bersama, mulai dari kebersihan dan higienitas destinasi, kualitas pelayanan, kesiapan infrastruktur, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, hingga keberlanjutan lingkungan.
“Masih ada sejumlah aspek yang perlu kita perkuat bersama agar pariwisata Indonesia semakin kompetitif dan ramah bagi wisatawan maupun masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani menyampaikan sejumlah isu utama yang menjadi perhatian dalam diskusi, di antaranya penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penerapan standar keselamatan, strategi pemasaran destinasi, penguatan infrastruktur dan konektivitas, serta kepastian regulasi.
“Kami berharap perwakilan asosiasi dapat memberikan masukan konkret terhadap upaya penyelesaian isu-isu ini,” kata Rizki.
Diskusi tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati, jajaran pejabat eselon I dan II Kemenpar, serta perwakilan berbagai asosiasi pariwisata di Indonesia.
(Kementerain Pariwisata/LN)



































































































