Ohoi Iso, LanggurNews.com – Tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Wain memberikan pelayanan kesehatan terpadu pada kegiatan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) di Ohoi Iso, Rabu (10/12/2025).
Posyandu ILP adalah transformasi Posyandu yang lebih modern, melayani seluruh siklus hidup dari bayi hingga lansia, bukan hanya ibu hamil dan balita.
Dengan layanan kesehatan dasar yang lebih lengkap seperti skrining penyakit tidak menular (PTM), konseling, edukasi gizi, dan pemantauan kesehatan di semua usia, untuk memperkuat layanan kesehatan di tingkat desa.
Tujuannya adalah mendekatkan akses layanan kesehatan primer yang komprehensif dan terintegrasi langsung ke masyarakat, memastikan kesehatan seluruh anggota keluarga.
Penanggung Jawab Program Promosi Kesehatan (Promkes), Silvia A. Lamapaha, menjelaskan bahwa Posyandu merupakan layanan kesehatan berbasis masyarakat yang sepenuhnya dimiliki oleh ohoi, sementara nakes berperan sebagai fasilitator dan pelaksana teknis.
“Posyandu adalah milik ohoi, dijalankan oleh ohoi, dan nakes hanya sebagai fasilitator,” ujarnya.
Ia menyebut Posyandu ILP di Ohoi Iso kini menerapkan pendekatan layanan siklus hidup sehingga seluruh kelompok usia dilayani, kecuali remaja yang biasanya mengikuti pelayanan pada sore hari karena aktivitas sekolah.
Lima langkah utama pelayanan tetap diterapkan, yaitu pendaftaran, penimbangan, pencatatan, pelayanan kesehatan, dan penyuluhan.
Menurut Silvia, nakes bertanggung jawab pada pelayanan kesehatan seperti imunisasi, pemeriksaan kesehatan usia produktif, serta deteksi tumbuh-kembang. Adapun pendaftaran, penimbangan, dan pencatatan dilakukan oleh kader Posyandu.
Ketersediaan obat-obatan disiapkan melalui Poskesdes (Pos Kesehatan Desa) menggunakan dana ohoi, dan bisa ditambah melalui Puskesmas sesuai kebutuhan.
Penanggung Jawab Program Imunisasi, Agustha Telaubun, mengapresiasi dukungan Pemerintah Ohoi Iso yang dinilai memperlancar seluruh kegiatan.
“Peran aktif Kepala Ohoi dan masyarakat membuat seluruh sasaran terlayani dengan baik. Kami berterima kasih atas dukungan mereka,” katanya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Program Penyakit Tidak Menular (PTM), Lisye Leunupun, menyampaikan bahwa seluruh sasaran (76 orang) PTM di Ohoi Iso telah menjalani skrining.
“Untuk PTM kami fokus pada deteksi dini, dan capaian skrining di Ohoi Iso sudah 100 persen,” jelasnya.



































































































