Langgur, LanggurNews.com – Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI) Wilayah Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), menggelar sejumlah perlombaan tingkat Paroki Langgur Keuskupan Amboina yang berlangsung pada Minggu (7/4/2025).
Kegiatan tersebut diikuti oleh delapan kelompok peserta, yang terdiri dari tujuh lingkungan di Paroki Langgur serta satu kelompok dari Stasi Kolser.
Koordinator Pembina SEKAMI Wilayah Kei Kecil, Thomas Reyaan, menjelaskan bahwa Paroki Langgur memiliki 16 lingkungan, sehingga dibagi menjadi dua kloter.
“Hari ini adalah kloter kedua. Ada tujuh lingkungan ditambah satu dari Stasi Kolser,” ungkapnya kepada media ini disea-sela kegiatan.
Reyaan yang juga merupakan mantan Anggota DPRD Malra tiga periode (2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019) menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang telah berlangsung selama 10 tahun terakhir.
“Kegiatan ini dilaksanakan per paroki. Tahun ini ada sembilan paroki yang terlibat, dan hari ini adalah yang terakhir untuk periode ini. Masih tersisa satu, yaitu Paroki Ohoijang, yang akan digelar usai Paskah,” jelasnya.
Kegiatan ini, lanjut Reyaan, merupakan bagian dari pembinaan anak-anak SEKAMI, yang dikemas dalam bentuk lomba bertutur Kitab Suci, renungan bagi anak-anak SMP, serta berbagai permainan Outbound.
Outbound tersebut mencakup lima hingga enam permainan yang disertai dengan pertanyaan evaluatif seputar materi Kitab Suci.
“Materi kegiatan ini terdiri dari tujuh cerita dalam Kitab Suci yang harus dipelajari dan diperankan oleh peserta. Ada yang tampil dalam bentuk bertutur, dan ada pula yang bermain peran,” terangnya.
Tujuan utama kegiatan ini, menurut Reyaan, adalah agar anak-anak mampu menguasai isi dan pesan dari Kitab Suci sejak dini, mulai dari tingkat SD dan SMP, sebagai bekal hingga jenjang SMA.
“Kalau seluruh lingkungan dan stasi benar-benar melaksanakan ini secara konsisten, maka dalam beberapa tahun ke depan anak-anak Katolik di wilayah Kei akan memahami secara menyeluruh cerita-cerita dalam Kitab Suci,” ujarnya.
Ia pun berharap kegiatan ini menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya para pendamping SEKAMI, tetapi juga melibatkan para pimpinan stasi, pastor paroki, dan terutama orang tua.
“Ini bukan pekerjaan yang mudah, tapi jika semua pihak terlibat, hasilnya akan sangat berarti bagi pembinaan iman anak-anak kita,” tutup Reyaan.
Editor : Geraldo Leisubun



































































































