Tual, LanggurNews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tual resmi meluncurkan hotline SAPA 129, layanan pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Selasa (22/4/2025).
Layanan tersebut akan terhubung langsung dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA).
Peluncuran ini menjadi bagian dari kegiatan Sosialisasi Hak-Hak Perempuan dan mendukung program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota, khususnya pada poin pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa dalam tiga tahun terakhir (2022–2024), telah terjadi 103 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tual.
Hingga 21 April 2025, tercatat 5 kasus baru (3 kasus terhadap perempuan dan 2 terhadap anak).
“Ini adalah masalah serius yang membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat — dari keluarga, dunia pendidikan, masyarakat, hingga lembaga pemerintah,” ujar Wali Kota.
Secara nasional, data SIMFONI PPA mencatat 15.309 kasus kekerasan terhadap perempuan pada 2023, dan meningkat menjadi 16.239 kasus pada 2024.
Sebagai bentuk layanan responsif, Pemkot Tual juga menyediakan saluran pengaduan melalui WhatsApp di nomor 0812-4860-3575, yang dikelola oleh Dinas P3AP2KB Kota Tual.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya kesetaraan gender, pencegahan kekerasan, dan perlindungan hak perempuan dan anak. Pemkot juga menekankan pentingnya penguatan lembaga layanan seperti P2TP2A untuk memberikan pendampingan maksimal kepada korban.
“Mari kita bangun Kota Tual yang damai, religius, dan harmonis,” tandas Wali Kota.
Editor : Geraldo Leisubun



































































































