Bali, LanggurNews.com – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali meresmikan “China Center”, pusat pelatihan dan promosi pariwisata hasil kerja sama dengan Jiangxi Science and Technology Normal University dari Tiongkok.
Fasilitas ini akan menjadi ruang kolaborasi untuk pengembangan SDM, pertukaran budaya, dan kerja sama pariwisata antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Peresmian ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang di Jakarta beberapa waktu lalu.
Direktur Poltekpar Bali, Ida Bagus Putu Puja, menyebut kehadiran “China Center” sebagai langkah penting dalam memperkuat kerja sama antar lembaga pendidikan vokasi di level global.
“China Center adalah wujud nyata kerja sama internasional yang membuka ruang sinergi di bidang pelatihan, riset, dan promosi kebudayaan lintas negara,” ujarnya.
Pusat ini akan menyediakan berbagai program, mulai dari pelatihan pariwisata, konsultasi budaya Tiongkok, hingga pertukaran pelajar dan dosen. Tak hanya untuk civitas akademika, masyarakat umum juga bisa mengakses program-program yang ditawarkan.
Peresmian ini turut dihadiri delegasi dari Pemerintah Provinsi Jiangxi. Lu Xiaoqing, Menteri Departemen Propaganda Komite Provinsi Jiangxi, menekankan pentingnya hubungan antar masyarakat sebagai fondasi diplomasi antar negara.
“Seperti halnya Bali dan Jiangxi yang sama-sama memiliki kekayaan alam, saya berharap masyarakatnya saling berkunjung dan menjadi sahabat karib,” ujar Lu.
Dari Jakarta, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Martini Mohamad Paham, menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan strategi utama dalam membangun pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Ia juga menyoroti posisi strategis Tiongkok sebagai salah satu penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia. Tercatat, jumlah wisatawan asal Tiongkok yang datang ke Indonesia pada 2024 mencapai 1,19 juta kunjungan, naik 52 persen dari tahun sebelumnya.
Sementara di kuartal pertama 2025, jumlah kunjungan mencapai 279.040 wisatawan, meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Kehadiran China Center akan semakin memperkuat kerja sama bilateral dan memperkokoh posisi Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia,” tambahnya.
Peresmian juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoA) antara Poltekpar Bali dan Jiangxi Science and Technology Normal University.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Konsul Jenderal Tiongkok di Denpasar, Zhang Zhieng; Anggota DPD RI asal NTT, Abraham Paul Liyanto; Bupati Belu, Willybrodus Lay; Pejabat Kemenparekraf RI dan Pimpinan LLDIKTI dan perguruan tinggi dari NTT.
Dengan hadirnya China Center, Poltekpar Bali berharap dapat menjadi jembatan penghubung antara Indonesia dan Tiongkok dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata berkelanjutan.
(Biro Komunikasi Kemenpar/LanggurNews)



































































































