Langgur, LanggurNews,com – Jika berbicara tentang Keuskupan Amboina, maka nama yang satu ini tentu menjadi bagian utama dan penting.
Dialah Mgr. Yosep Tethool MSC, atau yang lebih dikenal dengan nama Uskup Yosep Tethool MSC.
Pria dengan nama lengkap Josephus Tethool ini, lahir pada 6 April 1934 di Desa Besuk, Paroki Muting, Kabupaten Merauke, provinsi Papua.
Ia memasuki sekolah Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) yakni sekolah menengah pertama pada zaman pemerintah kolonial Belanda di Indonesia.
Beliau kemudian melanjutkan pendidikannya ke Seminari Menengah Xaverium Kakaskasen, Manado.
Tarekat Misionaris Hati Kudus (MSC) menjadi pilihannya pada tahun 1956.
Profesi pertamanya sebagai anggota MSC dilakukannya pada 22 Agustus 1957, disusul dengan kaul kekal pada 22 Agustus 1960.
Pada 20 Desember 1961, bertempat di Gereja Katedral Manado, Josephhus Tethool ditahbiskan sebagai seorang Imam (Pastor) oleh Mgr. Nicolas Verhoeven, MSC.
Pasca dithabiskan, Pastor Josephus Tethool MSC pun memulai karya-karyanya, baik itu sebagai seorang Imam (Pastor) maupun seorang Misonaris MSC.
Berikut sekilas tentang Mgr. Yosep Tethool
Pada tahun 1963-1966, Pastor Tethool MSC menjabat menjadi Rektor SGA di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara.
Beliau juga pernah menjadi Pastor Paroki Tual merangkap pengajar SD dan Seminari Menengah St. Yudas Thadeus Langgur.
Selanjutnya, Pastor Tethool MSC menjadi Rektor Seminari St. Yohanes Maria Vianey Saumlaki hingga tahun 1967, dan Rektor Rumah Sakit Katlarat hingga tahun 1969.
Pastor Tethool MSC pernah menjabat sebagai Magister Novisiat MSC di Karanganyar, Jawa Tengah sampai tahun 1974, sebelum menjadi Vikaris Jenderal Keuskupan Amboina selama 10 tahun hingga tahun 1984.
Selain itu, Pastor Tethool MSC juga menjadi Wakil Uskup pertama pulau-pulau Kei dan Aru.
Karya imamat pria asal Ohoi (Desa) Ngilngof ini akhirnya mencapai puncaknya, ketika ditunjuk menjadi Uskup Auksilier Keuskupan Amboina sekaligus Uskup Tituler Apisa Maius pada 2 April 1982.
Pada 26 September 1982 di Sport Hall Karang Panjang Ambon, Pastor Josephus MSC menerima Tahbisan Episkopal.
Tiga Uskup pun hadir dalam perayaan Tahbisan Episkopal tersebut. Mereka adalah Uskup Agung Pablo Puente Buces, Pro-Nuncio Apostolik untuk Indonesia (menjadi Uskup Penahbis Utama), Mgr. Andreas Peter Cornelius Sol, M.S.C., Uskup Amboina dan Mgr. Franciscus Xaverius Sudartanta Hadisumarta, O. Carm., Uskup Malang (menjadi Uskup Ko-konsekrator).
Ada hal (momen) menarik dari Uskup Yosep Tethool MSC dan Uskup Andreas Peter Cornelius Sol MSC.
Ketika perayaan Ekaristi Kudus Tahbisan Episkopal Uskup Yosep Tethool MSC, dimana saat itu Uskup Amboina Mgr. Andreas Sol MSC menjadi Uskup Ko-konsekrator.
Namun, pada 18 September 1994, giliran Uskup Yosep Tethool MSC menjadi Uskup Ko-konsekrator bersama dengan Mgr. Johannes Liku Ada’ (Uskup Auksilier Keuskupan Agung Ujung Pandang). Sementara Uskup Emeritus Keuskupan Amboina, Mgr. Andreas Peter Cornelius Sol MSC menjadi Uskup Penahbis Utama.
Momen itu terjadi pada saat Pentahbisan Uskup Petrus Canisius Mandagi MSC menjadi Uskup Diosis Amboina.
Pengunduran diri dan wafat
Pada tanggal 1 April 2009, Uskup Yosep Tethool menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Uskup Auksilier Keuskupan Amboina, karena pada hari itu pula ia berusia 75 tahun (usia pensiun seorang Uskup).
Paus Benediktus XVI pun menerima pengunduran diri Uskup Pribumi Kei yang pertama itu.
Beliau sempat dirawat dirawat di Rumah Sakit St. Carolus Jakarta sejak 5 Januari 2010 karena sakit.
Pada tanggal 18 Januari 2010 sekitar pukul 13.15 WIB, pria yang dikenal sebagai seorang Uskup dan misionaris yang rendah hati, sederhana, dan humoris itu, tutup usia.
Misa requiem diadakan di Gereja Katedral St. Perawan Maria Diangkat ke Surga pada malam harinya.
Uskup Koadjutor Keuskupan Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo dan enam uskup lainnya termasuk Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC, merayakan Misa di hadapan sekitar 500 imam, biarawati dan orang awam.
Jenazah Uskup Josep Tethool kemudian diterbangkan kembali ke Langgur untuk dimakamkan.
Pemakamannya dilaksanakan pada 22 Januari 2010 di lokasi Taman Ziarah Langgur, tempat dimana pendahulunya yakni Mgr. Johannes Aerts MSC dibaringkan.
Lima belas tahun sudah, Uskup Yosep Tethool MSC pergi meninggalkan keuskupan, umat, dan sanak keluarganya.
et vivat ad aeternam!!
editor : geraLdo



































































































