Denpasar, LangurNews.com – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul. Dalam Wisuda ke-31 yang digelar Sabtu (8/11/2025), sebanyak 661 wisudawan resmi dilepas ke dunia industri, siap mengawal kebangkitan pariwisata Indonesia.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa yang hadir langsung memberikan pesan inspiratif kepada para lulusan. Ia menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan gerbang untuk menciptakan peluang.
“Jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang, menggerakkan komunitas, dan membangun kemandirian,” pesan Wamenpar Ni Luh di hadapan para wisudawan di Amphiteater Watugunung, Kampus Padma Poltekpar Bali.
Pesan Wamenpar ini didasari oleh kinerja positif sektor pariwisata nasional yang terus menunjukkan pemulihan kuat.
“Ini bukan sekadar pemulihan, tetapi bukti pariwisata telah kembali menjadi kekuatan ekonomi nasional,” ujar Ni Luh. “Capaian ini membawa tanggung jawab besar bagi generasi muda pariwisata untuk terus mengasah kemampuan.”
Komitmen Poltekpar Bali untuk mencetak lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri terbukti dari tingkat serapan yang tinggi.
“Tingkat serapan ini menunjukkan bahwa kurikulum dan program pembelajaran di Poltekpar Bali relevan dengan kebutuhan industri,” kata Puja.
Ia menambahkan pesan filosofis kepada para lulusannya. “Ilmu tanpa kebijaksanaan ibarat cahaya tanpa arah, terang namun tak memberi makna. Setiap lulusan diharapkan tidak hanya cerdas berpikir, tetapi juga bijak bertindak.”
Di bawah kepemimpinan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, pengembangan SDM menjadi prioritas utama. Poltekpar Bali, sebagai salah satu Center of Excellence Pendidikan Vokasi Pariwisata, berperan strategis.
“Kampus ini tidak hanya mencetak tenaga kerja profesional, tetapi juga melahirkan calon pemimpin masa depan yang berkarakter kreatif dan berjiwa pelayan,” tegas Wamenpar.
Hal ini diwujudkan melalui integrasi nilai-nilai kearifan lokal dan keberlanjutan dalam kurikulum, serta kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan akademisi.
(Kemenpar/LN)



































































































