Langgur, LanggurNews.com – Tahapan pelaksanaan kampanye ketiga pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra) Perideo 2024-2029 terus berjalan.
Memasuki hari ketiga kampanye, paslon dengan nomor urut satu yakni Martinus Sergius Ulukyanan (MSU) dan Ahmad Yani Rahawarin (AYR) melaksanakan kampanye road show mereka di dua kecamatan yakni Kei Kecil Barat dan Hoat Sorbay.
Didampingi ketua tim pemenangan Demianus Ubro dan juru kampanye (pembicara), pasangan dengan jargon Maryadat (Martinus Yani Anak Adat) ini menyambangi sejumlah ohoi (desa) diantaranya Matwaer, Somlain, Ohoiren, Ohoira, dan Watngil, Sabtu (28/9/2024), untuk melaksanakan kampanye dialogis.
Keluhan warga terungkap dalam kegiatan kampanye itu, diantaranya persoalan ekonomi dan lemahnya daya beli di pasar serta perputaran uang di daerah yang tidak lancar.
Kedua persoalan itu saat tengah menjadi isu sentral warga di daerah yang bertajuk Bumi Larvul Ngabal ini.
Selain itu, persoalan morat-marit penatakelolaan pemerintahan (birokrasi), tidak meratanya program pemberdayaan masyarakat (petani, nelayan dan UKM), serta pengembangan sektor unggulan.
Pasangan Maryadat dalam pilkada ini mengusung visinya yakni Terwujudnya Kabupaten Maluku Tenggara Maju, Sejahtera, Damai, Cerdas dan Bermartabat
Paslon Maryadat menjelaskan, sebelum pelaksanaan kampanye, dirinya telah melakukan on the spot ke sejumlah ohoi-ohoi.
“Saya sebelum masa kampanye, sudah berjalan di ohoi-ohoi di Malra. Hampir seluruh masyarakat mengeluh tentang persoalan ekonomi dan perputaran uang. Para petani (khususnya ibu-ibu) mengeluh tentang kesulitan menjual hasil kebunnya di pasar. Mereka mengeluh tidak ada pembeli yang membeli dagangan mereka,” katanya.
“Selain itu, para ASN pun ada yang mengeluh tentang perputaran uang di daerah ini juga tidak berjalan normal akibat defisit anggaran. Seharusnya uang daerah (APBD) itu diatur secara baik penggunaannya. Jangan hanya diberikan untuk wilayah tertentu (khususnya program fisik) termasuk dana hibah, karena semua anggaran akan terserap kesana,” kata Maryadat menambahkan.
Selain itu, lajut pasangan Maryadat, program-program pemberdayaan masyarakat seperti perikanan, pertanian, UKM dan sebagainya juga tidak berjalan dan terkesan tidak tepat sasaran. Padahal, uang rakyat yang ada di APBD, lewat pemberdayaan, warga dapat mencukupi kebutuhan hidupnya,” tandas paslon Maryadat.
“Misalnya, warga disini adalah nelayan, tapi kalau tidak dibantu dengan perlengkapan alat tangkap bagaimana dia bisa hidup? Demikian halnya dengan para petani disini, harus diberdayakan dengan baik pula,” terang paslon Maryadat.
Keluhan warga lainnya yakni pemerintah selama ini terkesan pilih kasih dalam menyalurkan bantuan lewat program pemberdayaan dan sebagainya.
Hal itu tentunya menimbulkan kesan bahwa pemerintah daerah Malra tidak sepenuh hati dalam mengurus warganya.
“Jangan pilih kasih dalam membantu warga dalam program pemberdayaan. Ohoi-ohoi tertentu saja yang diperhatikan, sementara warga ohoi lainnya hidup dalam kemelaratan dan penderitaan selama lima tahun ini. Akibatnya mereka (warga) jadi peminta-minta di negeri sendiri,” beber paslon Maryadat.
Calon wakil buati AYR, mengungkapkan, warga juga juga menyoroti penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan yang kurang keberpihakan kepada kemaslahatan warga. Termasuk didalamnya sektor unggulan yakni kelautan-perikanan dan pariwisata.
Pasangan Maryadat telah berkomitmen dalam visi-misi akan menjawab keluhan warga ohoi di Maluku Tenggara yang selama ini tidak diperhatikkan.
“Sektor-sektor unggulan di daerah ini yang selama ini luput dari perhatian pemerintah daerah, akan menjadi perhatian kami,” beber AYR.
Dijelaskannya, dengan penatakelolaan pemerintahan, keuangan daerah, pelayanan kemasyarakatan semuanya dengan baik, maka warga Malra tidak akan mengalami kesusahan.
“Jangan cuma mau lihat warga atau ohoi di sebelah sana, sementara mereka yang disini ditinggalkan. Inilah yang terjadi di Malra selama ini. Kami tahu itu,” tegas calon Wakil Bupati AYR.
Untuk itu, paslon Maryadat kami mengajak seluruh warga ohoi-ohoi untuk memilih pemimpin yang baik dan benar-benar menjadi teladan.
“Pemimpin daerah ini juga harus jujur, bijaksana dan bermoral baik, karena mereka akan menjadi teladan warga masyarakat. Jika ini tidak dimiliki oleh seorang pemimpin, mau dibawa kemana daerah ini?,” pungkas AYR.



































































































