Langgur, LanggurNews.com – Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra) Periode 2024-2029 Martinus Sergius Ulukyanan (MSU) dan Ahmad Yani Rahawarin (AYR), telah melakukan kampanye perdana mereka.
Kampanye tersebut dipusatkan di Kecamatan Manyeuw tepatnya di ohoi (desa) Debut, Kamis (26/9/2024).
Sejumlah pembicara telah tampil untuk menyampaikan orasi politik mereka dihadapan ratusan warga, simpatisan dan pendukung pasangan dengan nomor urut satu itu.
Selain calon Bupati MSU dan Wakil Bupati AYR, para orator dimaksud yakni Albert Alo Jamlean (anggota DPRD Malra periode 2019-2024), Rudi Renyaan (mantan anggota DPRD Malra periode 2014-2019), Moh. Nawawi Namsa (anggota DPRD Malra periode 2019-2024) serta Demianus Ubro.
Nama yang disebut terakhir adalah politisi Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). Ubro terpilih dan telah ditetapkan oleh KPU setempat sebagai anggota DPRD Malra periode 2024-2029 dalam pemilihan legislatif pada bulan Februari.
Partai politik besutan Anas Urbaningrum itu, pada perhelatan Pilkada Malra 2024 menjatuhkan dukungan lewat rekomendasi B.Persetujuan Parpol.KWK kepada paslon MSU-AYR.
Dalam orasinya, Ubro mengajak seluruh warga, simpatisan dan pendukung paslon Maryadat di ohoi (desa) Debut, Rumadian dan yang ada di sekitarnya untuk mendukung dan memilih paslon dengan nomor urut satu itu pada tanggal 27 November nanti.
Ia menjelaskan, dalam perjalanan proses memperoleh rekomendasi, banyak pihak memperkirakan bahwa pilkada Malra nanti akan terjadi head to head (hanya ada dua paslon).
Namun, dengan pertolongan Tuhan, MSU dan AYR dipertemukan oleh Tuhan dan mereka hadir disini untuk melihat kepentingan Malra.
“Awalnya bapak MSU dan Yani Rahawarin ini tidak saling mengenal. Yang satu tinggal (merantau) di Papua, dan satunya lagi ada di Malra. Setelah jatuhnya putusan mahkamah konstitusi (MK), maka mereka berdua ini disandingkan jadi paslon bupati dan wakil bupati,” beber Ubro.
Ubro mengakui, kendati masih tergolong baru di dunia politik, namun ia meyakini sungguh bahwa dengan hati yang tulus, pasangan MSU-AYR dapat memperjuangkan kabupaten Malra ini.
“Saya percaya sesuai iman saya, kalau mereka (MSU dan AYR) ini diutus oleh Tuhan untuk melihat daerah ini. Mereka hadir untuk menjawab kebuntuan sekaligus membawa perubahan di Malra,” katanya menambahkan.
Pada kesempatan itu, Ubro yang juga selaku Ketua Tim Pemenangan Paslon Maryadat menghimbau seluruh warga di kecamatan ini untuk jatuhkan pilihan kepada MSU dan AYR.
“Pulang bilang ke keluarga, kompleks (tetangga) dan masyarakat, mari katong gabung samua ke Maryadat. Mari katong satukan persepsi untuk memilih bupati dan wakil bupati yang baru. Su seng (tidak) ada obat lai (lagi),” tandas Ubro.
Selaku ketua tim pemenang paslon, pihaknya akan selalu menepati janji keapda pihak Bawaslu dan KPU, bahwa durasi waktu yang diberikan pada setiap pelaksanaan kampanye terbuka akan selesai tepat waktu.
“Kami juga akan tepati janji kami kepada Bawaslu dan KPU bahwa jam enam kampanye kami selesai. Kami tahu itu, karena saya pernah melaksanakan tugas ini ketika saya menjabat Kabag Ops Polres Malra yang mendrive dua pilkada. Jadi aturan pasti saya patuhi,” tegas Ubro.
Sebelum terjun di dunia politik, Demianus Ubro tercatat sebagai mantan Waka Polres Malra, dengan pangkat Komisaris Polisi (Kompol).
“Saya dulu memang sudah bercita-cita menjadi seorang politisi. Karena waktu itu masih aktif di kepolisian maka dibatasi dengan undang-undang. Tapi sekarang ini adalah hak saya untuk berpolitik bebas dan tertanggungjawab,” ungkap Ubro yang juga adalah mantan Kasubdit Provos Bidpropam Polda Maluku itu.
Demianus Ubro terpilih sebagai ketua tim pemenangan paslon Maryadat disela-sela kegiatan konsolidasi antara MSU-AYR bersama koalisi partai politik (parpol) pengusung pada Rabu (28/8) lalu.






































































































