Langkat, Sumutarea Utara | Langgurnews.com – Ribuan warga di Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terisolir selama lima hari akibat banjir.
Mereka tidak hanya dilanda genangan, tetapi juga dilanda kelaparan setelah listrik dan internet padam total, serta bantuan pemerintah yang tak kunjung tiba.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Senin (1/12/2025), aliran listrik di wilayah tersebut telah padam sejak Rabu malam (27/11/2025).
Kondisi ini diperparah dengan putusnya jaringan internet dan komunikasi, membuat warga kesulitan melaporkan kondisi darurat.
Selain itu, tidak adanya posko bencana dari tim BPBD dan sulitnya mendapatkan air bersih semakin menyulitkan penyintas.
Revo, salah seorang warga setempat, mengungkapkan kekecewaan dan penderitaan yang dialaminya dan tetangganya.
“Kami lengkap penderitaan. Banjir datang, posko bencana tidak ada, bantuan sembako juga tidak ada. Listrik padam dan jaringan internet juga mati,” ujar Revo dengan nada lara, Senin (2/12/2025).
Ia menambahkan, banyak warga yang telah mengungsi namun belum menerima bantuan apa pun dari Pemerintah Provinsi Sumut maupun Pemerintah Kabupaten Langkat.
“Kami sangat resah, tidak tahu harus melapor ke mana,” katanya.
Kondisi semakin buruk. Kehabisan persediaan makanan memaksa warga mengambil langkah nekat. Beberapa di antaranya terpaksa mengambil barang kebutuhan pokok di toko modern (Alfamart) di sekitar lokasi.
“Warga terancam kelaparan. Itu bukan aksi pencurian, tapi karena mereka tidak punya pilihan lain untuk bertahan hidup,” jelas Revo.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Sumut, Pemerintah Kabupaten Langkat, maupun BPBD setempat terkait penanganan banjir dan distribusi bantuan di Desa Pematang Tengah.






































































































