LanggurNews.com | Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mulai menggenjot pengembangan paket wisata open trip untuk memperluas pilihan liburan masyarakat di dalam negeri.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara sekaligus memperkuat industri pariwisata nasional.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pengembangan paket open trip menjadi proyek percontohan (pilot project) Kemenpar dalam membangun ekosistem pariwisata domestik yang lebih kuat dan kompetitif.
“Kegiatan ini menjadi peluang bagi industri pariwisata nasional untuk menghadirkan produk wisata yang ringan, variatif, dan kompetitif sehingga masyarakat semakin tertarik serta memiliki lebih banyak pilihan untuk berwisata #DiIndonesiaAja,” kata Widiyanti dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).
Program tersebut dikemas melalui Sales Mission Wisata Open Trip Pasar Domestik yang digelar di The Jogja Hotel & Conference Center, Yogyakarta, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan mempertemukan pelaku industri pariwisata dengan calon pembeli (buyers) untuk memperluas kerja sama bisnis dan mendorong lahirnya lebih banyak paket wisata domestik.
Widiyanti menjelaskan konsep open trip menawarkan perjalanan yang lebih praktis karena jadwal, rute, fasilitas, hingga harga telah ditentukan penyelenggara.
Skema ini dinilai cocok untuk berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas, instansi pemerintah, hingga perusahaan yang rutin mengadakan outing, gathering, maupun study tour.
Menurutnya, pengembangan paket wisata tersebut juga didukung tren positif perjalanan wisatawan nusantara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2025 mencapai 1,20 miliar perjalanan, atau tumbuh 17,53% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara pada periode Januari-Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara telah mencapai 523,22 juta perjalanan, naik 2,86% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Khusus Mei 2026, jumlah perjalanan tercatat 106,16 juta, meningkat 8,83% dibanding April 2026 dan naik 8,69% dibanding Mei 2025.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan kegiatan Open Trip Table Top Bangga Berwisata di Indonesia menjadi wadah yang mempertemukan pelaku usaha pariwisata dengan calon pembeli yang telah dikurasi Kemenpar.
“Kami menghadirkan sellers yang menawarkan paket dan produk wisata yang variatif dengan beragam pengalaman berwisata menarik sehingga mampu menjawab kebutuhan berbagai segmen pasar yang terus berkembang, khususnya generasi muda yang semakin meminati konsep open trip,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Erwita Dianti mengatakan misi penjualan di Yogyakarta melibatkan 16 seller dan 45 buyer potensial melalui format table top meeting.
Para pelaku usaha yang terlibat berasal dari berbagai subsektor industri pariwisata, mulai dari desa wisata, biro perjalanan, operator tur, penyedia transportasi, hingga industri pendukung.
“Melalui konsep rotasi meja dan diskusi yang lebih intensif, kami berharap tercipta peluang kerja sama bisnis yang konkret dan berkelanjutan sehingga mampu memperkaya pilihan produk wisata domestik sekaligus memperkuat daya saing industri pariwisata Indonesia,” ujar Erwita.





































































































