LanggurNews.com | Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggandeng jurnal medis dunia The Lancet untuk menyusun arah transformasi sistem kesehatan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Kolaborasi itu ditandai dengan peluncuran The Lancet Regional Health-Western Pacific Commission on Reimagining Healthcare in Indonesia for 2045 di Auditorium J. Leimena, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut peluncuran komisi tersebut menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya komisi jurnal Lancet diprakarsai dan dipimpin bersama oleh ilmuwan Indonesia.
“Kita patut bangga bahwa Indonesia kini melahirkan komisi jurnal Lancet pertama yang dipimpin putra-putri bangsa. Ini menunjukkan kematangan ekosistem riset kita, dan pemerintah menyambut serta mengajak seluruh mitra untuk bersama mewujudkan visi kesehatan 2045,” kata Budi dalam keterangannya.
Menurut Budi, pembangunan manusia yang sehat dan berkualitas merupakan syarat utama agar Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap).
Ia menegaskan bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada periode 2030-2035 harus dimanfaatkan secara optimal melalui kebijakan berbasis data dan bukti ilmiah.
“Tidak mungkin kita menghasilkan masyarakat yang produktif dan berpendapatan tinggi jika mereka tidak pintar dan tidak sehat. Karena itu, tugas Kementerian Kesehatan adalah membangun manusia Indonesia yang sehat sejak dalam kandungan hingga usia lanjut,” ujarnya.
Pemerintah sendiri menargetkan peningkatan angka harapan hidup menjadi 76 tahun dan harapan hidup sehat menjadi 65 tahun dalam RPJMN 2025-2029 melalui penguatan enam pilar transformasi kesehatan.
Founding Co-Chair Komisi Lancet Regional Health-Western Pacific, Sandersan Onie, mengatakan komisi tersebut dibentuk untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat di daerah-daerah Indonesia, terutama kelompok rentan, dapat menjadi bagian dari bukti ilmiah yang digunakan dalam penyusunan kebijakan global.
“Komisi ini pada akhirnya tentang satu hal, memastikan masyarakat termiskin, terpencil, dan paling terpinggirkan di negeri ini dapat menjangkau layanan kesehatan yang bermutu dan bermartabat pada 2045,” katanya.
Sementara itu, Editor-in-Chief The Lancet Regional Health-Western Pacific, Jie Cai, menilai langkah Indonesia menunjukkan kepemimpinan dalam menentukan masa depan sektor kesehatan melalui pendekatan berbasis riset.
Ia menyebut komisi tersebut akan mempertemukan para ahli nasional dan internasional untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih adil dan inklusif.
Kemenkes berharap hasil kerja komisi itu dapat menjadi acuan dalam merancang sistem kesehatan masa depan yang mampu menjangkau seluruh masyarakat hingga wilayah terluar Indonesia menjelang peringatan 100 tahun kemerdekaan RI pada 2045.






































































































