LanggurNews.com | Langgur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan melalui peningkatan kualifikasi akademik guru.
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pelaksanaan Ujian Sarjana Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura yang diikuti sebanyak 104 guru di Kabupaten Maluku Tenggara.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, mengatakan peningkatan kualitas pendidikan daerah sangat bergantung pada kualitas dan kompetensi para guru.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada pelaksanaan Ujian Sarjana Program RPL FKIP Universitas Pattimura yang berlangsung di Aula Grand Vilia Hotel Langgur, Rabu (1/7/2026).
“Pemkab Maluku Tenggara berkomitmen penuh meningkatkan mutu pendidikan. Kami meyakini bahwa kemajuan pendidikan sangat bergantung pada kualitas guru. Guru yang berkualitas akan melahirkan generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya saing,” kata Hanoeboen.
Ia menjelaskan, sebanyak 104 peserta yang mengikuti ujian berasal dari berbagai program studi, di antaranya Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Jasmani, Pendidikan Masyarakat, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta sejumlah program studi lainnya.
Menurutnya, keterlibatan guru dari berbagai disiplin ilmu menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh.
“Kita membutuhkan guru kelas yang profesional, guru pendidikan jasmani yang mampu membangun kesehatan dan karakter peserta didik, guru bimbingan dan konseling yang mendampingi perkembangan mental anak, serta guru bahasa dan matematika yang memperkuat literasi dan numerasi,” ujarnya.
Hanoeboen mengakui bahwa Kabupaten Malra hingga saat ini masih mengalami kekurangan tenaga guru Bimbingan dan Konseling (BK).
Karena itu, pemerintah daerah berharap kerja sama dengan Universitas Pattimura dapat terus dikembangkan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan guru BK.
Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar pemerintah daerah saat ini adalah meningkatkan kualitas pelayanan dasar bidang pendidikan.
Berdasarkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2025, tingkat pemenuhan kualifikasi akademik guru di Kabupaten Maluku Tenggara baru mencapai 58,21 persen.
“Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan bersama. Kami berharap peningkatan kualifikasi akademik melalui Program RPL ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di daerah,” katanya.
Pada kesempatan itu, Hanoeboen menyampaikan apresiasi kepada Dekan FKIP Universitas Pattimura beserta seluruh jajaran, guru besar, dosen, ketua program studi, tenaga kependidikan, dan tim penguji yang telah hadir di Kabupaten Maluku Tenggara untuk melaksanakan kegiatan akademik tersebut.
Ia mengakui bahwa perjalanan menuju Maluku Tenggara bukan hal yang mudah, terlebih di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi fiskal yang sedang dihadapi pemerintah daerah.
“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim Universitas Pattimura yang tetap hadir dengan semangat pengabdian demi melayani para guru di Maluku Tenggara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hanoeboen berharap kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan FKIP Universitas Pattimura tidak hanya berhenti pada Program RPL, tetapi dapat berkembang ke berbagai bentuk kolaborasi lainnya.
Menurutnya, kerja sama tersebut dapat mencakup peningkatan kapasitas guru, pelatihan dan pendampingan tenaga pendidik, penguatan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga program-program strategis lainnya.
Secara khusus, ia juga menyampaikan harapan Bupati Maluku Tenggara agar ke depan dapat dibangun kerja sama yang lebih luas dengan Universitas Pattimura, khususnya FKIP, dalam penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“PPG merupakan bagian penting dalam mencetak guru profesional yang memiliki sertifikat pendidik. Karena itu kami berharap setelah kegiatan ini akan ada tindak lanjut yang lebih teknis sehingga kerja sama tersebut dapat segera diwujudkan,” katanya.
Hanoeboen optimistis, dengan dukungan Universitas Pattimura, mutu pendidikan di Kabupaten Maluku Tenggara akan terus meningkat, sekaligus melahirkan lebih banyak guru profesional yang mampu memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas kepada masyarakat.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan baik sehingga Kabupaten Maluku Tenggara kembali memiliki 104 guru bergelar Sarjana Pendidikan yang siap berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan daerah.
(Redaksi)






































































































