LanggurNews.com | Ohoi Ohoidertom – Siapa sangka limbah batok kelapa yang biasanya hanya ditumpuk, dibakar sembarangan, atau dibuang begitu saja, ternyata bisa disulap jadi sumber energi alternatif yang berguna dan ramah lingkungan!
Inilah yang dilakukan tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) lewat program unik bernama Bara Hijau.
Melalui program Bara Hijau: “Sulap Limbah Jadi Energi melalui Briket”, tim KKN-PPM Merangkai Kei UGM mengajak warga Desa Ohoidertom melihat sisi lain dari limbah batok kelapa yang selama ini dianggap sampah biasa.
Padahal kelapa melimpah di daerah itu, tapi bagian batoknya belum pernah dimanfaatkan secara maksimal.
Daripada menumpuk dan mencemari lingkungan, batok kelapa ternyata bisa diolah menjadi briket bakar berkualitas!
Caranya pun sederhana dan bisa dipraktikkan warga sendiri: mulai dari pengolahan batok, pencampuran bahan, pencetakan hingga proses pengeringan.
Kegiatan tidak hanya berisi teori, warga langsung diajak praktik bersama dan bebas bertanya-tanya.
Antusiasme warga ternyata luar biasa! Banyak yang penasaran, bahkan membayangkan briket ini bisa jadi peluang usaha menguntungkan di masa depan.
Tidak hanya bantu kurangi tumpukan sampah organik, briket batok kelapa ini juga jadi solusi bahan bakar rumah tangga yang lebih ramah lingkungan. Dukungan penuh juga diberikan pemerintah desa demi kelancaran program bermanfaat ini.
Kini warga mulai sadar, sampah bukan selalu masalah, tapi bisa jadi peluang emas jika dikelola dengan cerdas. Harapannya ilmu membuat briket ini tidak berhenti saat pelatihan selesai, tapi terus dikembangkan—bisa hemat energi sekaligus tambah kantong warga.
Keren ide kreatif para mahasiswa ini! Semakin banyak solusi ramah lingkungan seperti ini, lingkungan aman hidup pun makin sejahtera.
(KKN-UGM/LN)






































































































