LanggurNews.com | Pekanbaru – Penyelenggaraan demokrasi yang hebat tak hanya soal suara dan integritas, tapi juga peduli nasib bumi kita! Kini hadir terobosan menarik dari KPU Provinsi Riau lewat peluncuran Sekolah Pemilu Hijau yang digelar secara daring, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Anggota KPU RI, August Mellaz. Ia menegaskan, pemilu yang berkelanjutan butuh komitmen bersama—menghadirkan demokrasi berkualitas tanpa merusak lingkungan hidup.
“Ini jadi ruang istimewa! Menggabungkan pendidikan pemilih, nilai demokrasi, sekaligus kepedulian pelestarian alam,” ujar Mellaz dalam acara tersebut.
Sekolah Pemilu Hijau ini bukan kerja sendirian! Terbentuk kolaborasi keren antara KPU, Polda Riau, pemerintah daerah, hingga kelompok masyarakat sipil. Semua bersatu merancang tata kelola pemilu yang ramah lingkungan.
Mellaz mengapresiasi langkah ini. Meski aturan soal pemilu hijau belum tertulis jelas dalam Undang-Undang Pemilu, praktik baik tetap bisa dimulai sekarang.
Satu bukti nyata sudah dilakukan. Saat pelantikan anggota KPPS Pemilu 2024 lalu, KPU serentak menanam sekitar 5,7 juta bibit pohon. Langkah ini jadi penyeimbang atas penggunaan logistik pemilu yang masif—termasuk lebih dari satu miliar lembar surat suara yang terpakai.
Ke depannya, semua praktik positif ini akan didokumentasikan rapi. Tujuannya sebagai bahan pelajaran berharga dan masukan untuk menyempurnakan kebijakan pemilu masa depan.
Di tengah gencarnya pembahasan digitalisasi pemilu, Mellaz mengingatkan jangan sampai lupa alam. Harus ada keseimbangan pas antara pemanfaatan teknologi, pelestarian lingkungan, dan peran manusia agar demokrasi tetap jujur dan dipercaya masyarakat.
Terobosan dari Riau ini diharapkan bisa jadi teladan nasional. Semakin kuat budaya demokrasi yang ramah lingkungan, semakin siap kita menyambut Pemilu 2029 yang lebih baik.






































































































