LanggurNews.com | Magelang – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membuka pameran bertajuk Titian Muruah Bhakti: Menapak Jejak, Menjaga Martabat, Mengabdi untuk Negeri di Museum BPK, Magelang, Sabtu (8/8/2026).
Pameran ini menjadi ruang refleksi perjalanan panjang BPK dalam menjaga independensi, integritas, dan profesionalisme sebagai lembaga pemeriksa keuangan negara.
Ketua BPK Isma Yatun didampingi Wakil Ketua BPK Budi Prijono, Anggota III BPK Akhsanul Khaq, dan Anggota VII BPK Slamet Edy Purnomo membuka secara resmi pameran tersebut pada Sabtu (8/8/2026).
Melalui pendekatan naratif dan kurasi sejarah, Titian Muruah Bhakti menggambarkan perjalanan BPK dalam enam babak.
Babak pertama, Cikal Bakal dan Benih di Ambang Merdeka, mengangkat sejarah awal pemeriksaan keuangan di Indonesia serta gagasan para pendiri bangsa mengenai pentingnya lembaga pemeriksa keuangan yang bebas dan mandiri.
Babak kedua, Kelahiran: Fajar di Magelang, mengisahkan berdirinya BPK pada 1947 serta perjuangannya menjalankan tugas di tengah gejolak revolusi dan dinamika mempertahankan kemerdekaan.
Perjalanan BPK kemudian dilanjutkan melalui babak Adaptasi Liku Sejarah: Pusaran Konstitusi, Menguji Fondasi. Babak ini menggambarkan berbagai perubahan struktur dan kedudukan kelembagaan seiring dinamika ketatanegaraan Indonesia.
Pameran juga mengangkat momentum 5 Juli 1966 sebagai titik balik pemulihan muruah dan independensi BPK. Saat itu, kedudukan BPK kembali ditegaskan sebagai badan pengawas yang bebas dan mandiri sesuai amanat UUD 1945.
Memasuki era reformasi, pameran menampilkan babak “Penguatan Pilar Negara: Reformasi untuk Negeri”. Fase ini memperlihatkan semakin kokohnya kedudukan konstitusional BPK serta transformasi kelembagaan melalui penguatan regulasi dan kehadiran BPK Perwakilan di setiap provinsi.
Babak terakhir, Gema Akuntabilitas: Mengabdi Tanpa Henti, membawa pengunjung melihat transformasi BPK dalam menghadapi tantangan era digital.
Perkembangan teknologi informasi mendorong BPK untuk beradaptasi dalam melaksanakan pemeriksaan, termasuk melalui penerapan sistem pemeriksaan berbasis teknologi informasi.
Melalui pameran Titian Muruah Bhakti, sejarah BPK tidak hanya ditampilkan sebagai rangkaian peristiwa masa lalu.
Pameran tersebut juga menjadi refleksi mengenai pentingnya menjaga amanah, mengawal uang rakyat, dan menegakkan akuntabilitas.
Selain itu, pelaksanaan pameran diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada insan BPK dan masyarakat luas mengenai sejarah perjuangan BPK dalam memperoleh independensi.
Pameran juga menjadi ruang edukasi masyarakat agar semakin memahami peran strategis BPK sebagai lembaga pemeriksa.
Pameran dilaksanakan selama satu bulan, mulai 8 Agustus hingga 9 September 2026.
Pameran menampilkan objek, foto dokumentasi, dan narasi sejarah BPK dalam beberapa periode sampai dengan saat ini, termasuk periode tahun 1966 saat kembalinya muruah BPK yang menjadi gagasan dimulainya kegiatan Gema Akuntabilitas BPK.
Pada kesempatan yang sama, Ketua BPK juga menutup rangkaian kegiatan Gema Akuntabilitas BPK Tahun 2026 yang telah dimulai sejak 5 Juli 2026.
Menurut Isma Yatun, penutupan Gema Akuntabilitas bukan merupakan akhir dari rangkaian kegiatan, melainkan titik tolak untuk terus menghidupkan semangat akuntabilitas yang telah menjadi bagian dari perjalanan BPK.
“Mari kita jadikan Gema Akuntabilitas sebagai energi bersama untuk terus mengabdi dengan independensi, integritas, profesionalisme, dan sinergi, sehingga BPK senantiasa menjadi lembaga pemeriksa yang bermartabat dan bermanfaat,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya (PPTM), Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP), pejabat struktural dan fungsional, serta para pegawai BPK.






































































































