LanggurNews.com | Kota Tual — Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat membuka secara resmi kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tual, yang berlangsung di Tual, Selasa (11/8/2026).
Pertemuan strategis ini digelar untuk menyatukan langkah mengantisipasi dampak cuaca dan iklim yang belakangan sangat mempengaruhi kondisi perekonomian daerah, sekaligus menjaga laju inflasi agar tetap terkendali demi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Tual Amir Rumra, Penjabat Sekretaris Daerah, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku, Sales Branch Manager Pertamina Petra Niaga Cabang Ambon, perwakilan Kepala BMKG Provinsi Maluku, para Staf Ahli dan Staf Khusus Wali Kota, jajaran pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, Asisten Sekda, pimpinan BUMN serta perbankan, para Camat, Ketua Kadin, hingga tokoh agama dan masyarakat.
Wali Kota menyampaikan apresiasi sekaligus penghargaan dan terima kasih atas terselenggaranya pertemuan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini sangat penting sebagai langkah antisipatif menghadapi perubahan cuaca dan iklim yang berpengaruh besar terhadap perekonomian Kota Tual, dan pada akhirnya berdampak langsung pada upaya peningkatan kesejahteraan warga.
Sebagai acuan utama, Indeks Harga Konsumen (IHK) dipakai sebagai indikator pengukur tingkat inflasi sekaligus gambaran daya beli masyarakat.
Pergerakan IHK sangat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari, mulai dari kondisi ekonomi, nilai pendapatan, hingga harga kebutuhan pokok yang terangkum dalam angka inflasi.
Kondisi ini memacu Pemkot Tual melalui TPID untuk terus bergerak menerapkan empat strategi utama yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta penguatan koordinasi lewat komunikasi yang lebih efektif, termasuk di dalamnya pengembangan produk ketahanan pangan dan pertanian daerah.
Meski demikian, angka inflasi Kota Tual tercatat berfluktuasi cukup tajam sepanjang tujuh bulan tahun 2026, baik secara tahunan maupun bulanan.
Pada Januari inflasi berada di 7,97%, turun menjadi 6,77%** pada Februari, 5,69% pada Maret, dan kembali melandai hingga 3,55% pada Juli.
Secara tahunan, kelompok makan, minum, dan tembakau menyumbang andil inflasi tertinggi, disusul kelompok transportasi yang meliputi bahan bakar dan bensin. Angka-angka tersebut masih berada sedikit di atas sasaran nasional yaitu 2,5%.
Walau tren menurun terus terjaga, TPID Kota Tual tetap berupaya memacu laju penurunan agar berada di bawah angka nasional, tak terkecuali menghadapi tantangan efisiensi anggaran yang berlaku secara nasional serta dampak El Nino yang memicu cuaca ekstrem.
Fenomena global ini menurunkan curah hujan dan memperpanjang musim kemarau, terutama pada Juni, Juli, dan Agustus, yang berpotensi menekan hasil produksi pertanian.
Belum lagi dampak nyata dari fenomena Siklon Elino yang terasa sejak Juni 2026 di sejumlah wilayah kepulauan Kota Tual.
Ketersediaan air bersih dan air minum makin terbatas, kekeringan berkepanjangan memicu kebakaran hutan dan kerusakan lingkungan, sementara angin kencang serta gelombang tinggi membatasi transportasi antarpulau dan melumpuhkan distribusi barang-jasa.
Di tengah keterbatasan tersebut, masyarakat tetap mempertahankan jadwal tanam komoditas pangan lokal seperti enbal, keladi, dan ubi jalar. Karena itu, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci antisipasi sekaligus mitigasi dampak El Nino demi menjaga angka inflasi.
“Saya berharap perkembangan yang kita bahas tidak hanya berhenti sekadar menjadi pemahaman dan pengetahuan belaka, melainkan harus ditindaklanjuti. Apa yang dipahami, harus diwujudkan lewat tindakan bersama,” tegas Wali Kota.
Ia pun mengingatkan agar tidak sekadar memahami persoalan tanpa ada langkah nyata penindaklanjutan, karena hal itu sama saja dengan kegagalan.
Kepada seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Wali Kota meminta terus menjaga koordinasi yang intensif bersama seluruh elemen pemerintahan, instansi vertikal, BUMN, BUMD, dan pihak lain yang berkompeten, mengingat persoalan ini bukan hal biasa dan membutuhkan perhatian semua pihak.
“Kita masing-masing memikul tanggung jawab moral atas tugas dan peran yang diemban. Jika kita tidak menjalankan amanah ini dengan sepenuh hati, maka kita berdosa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas beban tugas serta kepercayaan yang telah diberikan kepada kita,” pesannya dengan penekanan.
Wali Kota Tual menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, sehingga pertemuan dalam rangka pengendalian inflasi dapat berjalan dengan baik.






































































































