LanggurNews.com | Jakarta – Kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, kembali dibuka untuk wisatawan setelah sempat ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Kawasan Bromo dibuka kembali sejak Kamis (20/8/2026) pukul 00.01 WIB. Pembukaan dilakukan setelah Balai Besar TNBTS melakukan pemantauan dan evaluasi kondisi kawasan pascakebakaran.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyambut baik pembukaan kembali destinasi wisata tersebut.
Menurutnya, kembali beroperasinya Bromo menjadi kabar baik bagi wisatawan sekaligus masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi dari sektor pariwisata.
“Kami menyambut baik dibukanya kembali kawasan wisata Gunung Bromo. Ini menjadi kabar baik bagi wisatawan, sekaligus bagi masyarakat dan seluruh pelaku usaha pariwisata yang aktivitas ekonominya bergantung pada ekosistem pariwisata Bromo,” kata Widiyanti dalam keterangan tertulis, Minggu (23/8/2026).
Penanganan kebakaran di kawasan TNBTS sebelumnya dilakukan melalui operasi terpadu selama 13 hari.
Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan, penyisiran, dan pemantauan untuk memastikan kawasan aman kembali dikunjungi.
Widiyanti mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Mulai dari Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, relawan hingga masyarakat.
Menurut dia, pembukaan kembali Bromo juga penting untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat sekitar. Sebab, penutupan destinasi wisata berdampak pada banyak sektor usaha.
“Pariwisata mempunyai mata rantai ekonomi yang panjang. Ketika sebuah destinasi harus ditutup karena kondisi darurat, dampaknya juga dirasakan oleh pemandu wisata, pengemudi jip, pengelola homestay dan hotel, rumah makan, pedagang, hingga UMKM,” ujarnya.
“Kita berharap dibukanya kembali Bromo juga mempercepat pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat,” sambung Widiyanti.
Meski kembali dibuka, pemerintah mengingatkan wisatawan agar tidak mengurangi kewaspadaan. Terlebih, Indonesia masih berada dalam musim kemarau sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan masih harus diantisipasi.
Wisatawan diminta mematuhi seluruh ketentuan dan arahan petugas di lapangan. Pengunjung juga diminta menjaga kebersihan serta kelestarian kawasan.
Aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuat perapian maupun membuang puntung rokok dan benda lain yang dapat menjadi sumber api, juga dilarang.
“Bromo sudah kembali menerima wisatawan, tetapi kita semua mempunyai tanggung jawab untuk menjaganya. Menikmati Bromo berarti ikut menjaga Bromo,” kata Widiyanti.
“Jangan sampai kelalaian kita justru merusak alam yang menjadi alasan jutaan orang datang dan mengagumi kawasan ini,” lanjutnya.
Adapun kuota kunjungan ke kawasan Bromo tetap ditetapkan sebanyak 2.752 wisatawan per hari. Wisatawan diimbau melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi dan mengikuti informasi terbaru dari Balai Besar TNBTS.
Widiyanti menegaskan Bromo bukan hanya ikon pariwisata Indonesia. Kawasan tersebut juga merupakan bentang alam penting sekaligus ruang hidup masyarakat Tengger yang memiliki nilai budaya dan lingkungan.
“Pemulihan pariwisata harus berjalan beriringan dengan pemulihan lingkungan. Kita ingin aktivitas wisata dan ekonomi masyarakat kembali bergerak, namun alamnya juga harus tetap terlindungi,” tuturnya.
Kementerian Pariwisata pun mengajak wisatawan, masyarakat, dan seluruh pelaku industri pariwisata bersama-sama menjaga keamanan, kebersihan, dan kelestarian Bromo agar tetap dapat dinikmati generasi mendatang.






































































































