LanggurNews.com | Tual – Kegiatan mendongeng untuk anak digelar di Kota Tual, Maluku, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan ini tak sekadar menghibur anak-anak, tapi juga menjadi sarana membangun literasi hingga memperkuat ikatan emosional orang tua dan anak.
Kegiatan bertajuk “Mendongeng untuk Anak Indonesia, Merawat Perjuangan Generasi Muda” itu merupakan kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual bersama Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA), pegiat literasi, serta Duta Bahasa Provinsi Maluku.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual Rudi A. Bugis, mengatakan, mendongeng memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak.
“Tujuannya untuk mempererat hubungan atau ikatan emosional antara orang tua dan anak, kemudian merangsang imajinasi anak untuk bisa berkreasi dan berbuat yang lebih baik,” kata Rudi.
Menurutnya, mendongeng juga dapat membantu memperluas kosakata, meningkatkan kemampuan bahasa, melatih daya ingat, serta meningkatkan konsentrasi anak.
Tak hanya itu, kegiatan tersebut menjadi media untuk menanamkan nilai moral dan empati sejak dini. Anak-anak diajak memahami karakter tokoh dalam cerita sekaligus menangkap pesan yang disampaikan pendongeng.
“Yang paling penting itu mereka bisa mengambil inti sari dan makna serta manfaat dari dongeng yang mereka dengar,” ujarnya.
Rudi mengatakan peningkatan budaya literasi merupakan salah satu tugas penting Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual.
Sasarannya mencakup seluruh lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat umum hingga anak-anak PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan mahasiswa.
Perpustakaan Kota Tual sendiri membuka layanan bagi masyarakat setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00 hingga 16.30 WIT.
“Terbuka untuk umum semua. Alhamdulillah akhir-akhir ini karena adanya sarana fasilitas yang baru, kantor baru, sehingga minat baca masyarakat Kota Tual, terutama anak-anak sekolah, lebih tinggi,” jelas Rudi.
Selain mendongeng, berbagai kegiatan literasi rutin digelar. Salah satunya read aloud atau membaca nyaring yang menyasar anak-anak PAUD, TK dan siswa SD kelas 1 hingga kelas 3.
Ada pula program perpustakaan keliling yang mendatangi kompleks permukiman, taman baca, desa hingga lokasi-lokasi publik.
“Kita mengajak mereka untuk bisa membaca dengan literatur-literatur yang kita miliki. Dengan fasilitas mobil kita mobile di kompleks-kompleks, taman-taman baca, maupun di desa-desa,” katanya.
Rudi mengungkapkan koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual saat ini mencapai sekitar 13 ribu eksemplar buku. Sementara jumlah judul yang tengah didata berkisar 6.000-7.000 judul.
Menurutnya, koleksi tersebut harus dimanfaatkan generasi muda untuk memperluas pengetahuan.
“Kita sangat mengharapkan bahwa generasi muda sebagai pelanjut generasi tua ini kita harapkan supaya mereka itu lebih banyak membaca. Kemudian bisa mengajak adik-adik, teman-teman untuk bisa mencintai buku karena buku itu merupakan gudang ilmu dan membaca itu adalah kuncinya,” tuturnya.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual juga rutin melakukan kunjungan ke perpustakaan dan taman baca yang ada di Kota Tual dan sekitarnya.
Rudi menyebut salah satu taman baca yang dinilai cukup baik berada di kawasan Taar.
Pihaknya juga akan mengunjungi sejumlah perpustakaan yang berada di tempat-tempat ibadah.
“Kita bisa sharing kira-kira apa yang mereka kurang, kemudian kita bisa support dari pemerintah daerah lewat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah,” ujarnya.
Di tengah perkembangan teknologi, Rudi mengingatkan orang tua agar turut mengawasi penggunaan gadget oleh anak-anak.
Dia tidak menampik gadget memiliki banyak manfaat. Namun, menurutnya, ada pula risiko ketika anak mengakses konten yang belum sesuai dengan usia mereka.
“Memang sekarang itu kita lihat anak-anak generasi muda ini memang lebih cenderung ke gadget. Tapi sebenarnya gadget itu kan banyak hal-hal yang nanti kita takutkan juga, ada hal-hal yang seharusnya mereka belum saatnya untuk melihat,” katanya.
Rudi juga menyoroti maraknya game online yang membuat anak-anak menghabiskan banyak waktu untuk bermain.
“Seperti kita tahu bersama kan banyak game-game online yang itu sebenarnya dari sisi edukasi juga kurang bagus untuk mereka karena waktu mereka itu habis hanya untuk bermain game,” ujarnya.
Dia berharap generasi emas Kota Tual mulai dari tingkat TK hingga mahasiswa lebih banyak mengisi waktu dengan kegiatan positif, terutama membaca dan memperkaya pengetahuan.
“Kami memberikan saran kepada generasi emas Kota Tual mulai dari TK hingga mahasiswa harus mengisi otaknya dengan ilmu pengetahuan dan khazanah literasi yang baik,” kata Rudi.
Menurutnya, kebiasaan membaca akan menjadi bekal penting bagi generasi muda menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat.
“Perkembangan ilmu dan teknologi yang begitu masif itu diharapkan bahwa mereka itu siap,” pungkasnya.






































































































