LanggurNews.com | Buru – Dana aspirasi anggota DPR RI Fraksi PKS dari Dapil Maluku, Saadiah Uluputty, direalisasikan untuk pembangunan saluran irigasi tersier di Kabupaten Buru.
Sebanyak 28 titik irigasi dibangun untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Program tersebut direalisasikan melalui skema Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) berupa Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku.
Salah satu saluran irigasi yang telah rampung berada di Desa Awaelinan, Kecamatan Airbuaya. Saluran tersebut diresmikan Wakil Bupati Buru H Sudarmo SP pada Senin (31/8/2026).
Pembangunan irigasi tersier ini ditujukan untuk mengalirkan air secara langsung ke lahan persawahan dan pertanian hortikultura. Dengan suplai air yang lebih baik, produktivitas pertanian diharapkan meningkat.
Sejumlah wilayah sentra pangan di Kabupaten Buru mendapat manfaat program tersebut, termasuk kawasan Dataran Waeapo dan Kecamatan Airbuaya.
Saat meresmikan pengoperasian saluran irigasi P3-TGAI, Sudarmo menyampaikan apresiasi kepada kelompok tani, pemerintah desa, camat, anggota DPRD Kabupaten Buru, DPRD Maluku, serta Saadiah Uluputty.
Sudarmo mengatakan pembangunan saluran tersier sebenarnya juga menjadi bagian dari kewenangan pemerintah kabupaten.
Namun, menurutnya, terdapat sejumlah program dan anggaran yang kini ditarik ke pemerintah pusat.
“Ada hal-hal yang menjadi kewenangan kabupaten, termasuk pembangunan saluran tersier ini menjadi kewenangan kami,” kata Sudarmo.
“Tapi sebagaimana yang bapak dan ibu perlu tahu, bahwa sejumlah program, sejumlah kegiatan dan anggaran kemudian ditarik ke pusat,” sambungnya.
Dia menyebut kebijakan sentralisasi anggaran pada 2026 membuat pemerintah daerah harus menyesuaikan pelaksanaan sejumlah program.
Karena itu, Sudarmo bersyukur anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan BWS Maluku dapat direalisasikan dalam bentuk pembangunan saluran irigasi yang langsung dirasakan petani.
“Dengan adanya saluran tersier ini petani bisa langsung merasakan dampaknya, air bisa mengairi persawahan dan areal pertanian mereka,” ujarnya.
Anggota DPRD Maluku dari Fraksi PKS, Solihin Buton, mengatakan masuknya program irigasi tersebut ke Kabupaten Buru merupakan hasil perjuangan bersama antara petani, kepala desa, DPRD Kabupaten Buru, DPRD Maluku dan anggota DPR RI Saadiah Uluputty.
“Kehadiran kami di sini untuk menghadiri program percepatan irigasi. Kemudian beta juga sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku yang mewakili Buru dan Buru Selatan, sekaligus melakukan reses,” kata Solihin.
Solihin juga menampung sejumlah aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses tersebut.
Aspirasi itu nantinya diharapkan dapat diperjuangkan melalui Pemerintah Provinsi Maluku maupun anggota DPR RI.
Dia berharap saluran irigasi yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh kelompok tani.
Desa Awaelinan sendiri merupakan salah satu wilayah eks-transmigrasi yang memiliki potensi pertanian cukup besar. Selain padi sawah, masyarakat mengembangkan tanaman seperti jagung, kacang-kacangan dan berbagai jenis sayuran.
Anggota DPRD Kabupaten Buru dari Fraksi PKS, Irfan Papalia, mengatakan saluran tersier berfungsi mendistribusikan air secara merata hingga ke lahan pertanian.
“Saluran tersier berfungsi mendistribusikan air secara merata langsung ke lahan pertanian guna meningkatkan produktivitas pertanian,” kata Irfan.
Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi yang baik dapat meningkatkan intensitas tanam petani yang sebelumnya banyak mengandalkan air hujan maupun saluran darurat.
Irfan mengatakan program irigasi tersier yang menggunakan dana aspirasi Saadiah Uluputty di Maluku mencapai 34 titik. Dari jumlah tersebut, 28 titik berada di Kabupaten Buru.
“Kita di Buru mendapat jatah 28 titik yang tersebar di Kecamatan Lolongquba, Waelata, Waeapo dan Airbuaya untuk mendukung program pemerintah pusat terkait dengan pangan nasional,” jelasnya.
Irfan memastikan seluruh 28 titik saluran irigasi tersier di Kabupaten Buru telah selesai dibangun dan diserahkan kepada pemerintah desa untuk dikelola kelompok tani.
Berbeda dari proyek konstruksi pada umumnya, pembangunan saluran tersebut tidak menggunakan kontraktor pihak ketiga. Pekerjaan dilakukan secara swakelola oleh masyarakat melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di desa.
Menurut Irfan, pembangunan infrastruktur irigasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat Kabupaten Buru sebagai salah satu lumbung pangan di Maluku.
Dia menyebut program tersebut sekaligus menjadi bentuk realisasi aspirasi masyarakat yang diserap Saadiah Uluputty saat melakukan kunjungan kerja maupun masa reses di Maluku, khususnya Kabupaten Buru.





































































































