LannggurNews.com | Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong konser musik internasional menjadi salah satu penggerak pariwisata dan ekonomi nasional.
Event berskala global dinilai mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan berbagai sektor ekonomi.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan konser musik internasional tidak hanya menawarkan hiburan. Kehadiran musisi dan penggemar dari berbagai negara juga berdampak pada tiket, akomodasi, transportasi, kuliner hingga sektor pendukung lainnya.
“Konser musik internasional bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi pariwisata. Kehadiran musisi dan penggemar dari berbagai negara menciptakan aktivitas ekonomi yang luas, mulai dari tiket, akomodasi, transportasi, kuliner, hingga berbagai sektor pendukung lainnya,” kata Widiyanti dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).
Kemenpar saat ini mendorong Indonesia menjadi destinasi event berkelas dunia melalui program Event by Indonesia. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem event sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.
Tahun ini, Kemenpar turut memberikan dukungan terhadap konser Andrea Bocelli dan BTS yang akan diselenggarakan di Indonesia.
“Event by Indonesia kami hadirkan untuk memperkuat ekosistem event sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi pariwisata dan masyarakat. Kami ingin setiap event tidak berhenti pada penyelenggaraan acara, tetapi mampu mendatangkan wisatawan, menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan menciptakan nilai tambah ekonomi,” ujarnya.
Kemenpar mencatat 105 event mendapatkan dukungan melalui program Event by Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026.
Sebanyak 18 di antaranya merupakan event nasional, 10 event internasional, 61 Karisma Event Nusantara (KEN), 14 MICE, dan 2 event daerah lainnya.
Dari kajian dampak, event-event tersebut melibatkan lebih dari 6,47 juta pengunjung, 11 ribu UMKM, serta lebih dari 184 ribu pekerja seni dan komunitas. Sementara estimasi perputaran uang yang dihasilkan mencapai Rp 1,09 triliun.
Widiyanti mengatakan potensi tersebut menunjukkan event dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan pariwisata Indonesia.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman kelas dunia. Karena itu, kami terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan agar Indonesia semakin dikenal sebagai destinasi event internasional yang berkualitas,” tuturnya.
Kemenpar berharap konser musik internasional semakin memperkuat citra Indonesia di mata dunia. Indonesia dinilai tidak hanya memiliki keindahan alam dan kekayaan budaya, tetapi juga pengalaman kelas dunia melalui berbagai event berskala global.






































































































