LanggurNews.com| Langgur – Sebanyak 22 ekor sapi milik warga Ohoi Mastur, Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara, dilaporkan hilang sejak 2024.
Warga menduga puluhan ternak tersebut dicuri secara bertahap.
Sejumlah warga yang menjadi korban mendatangi Polres Maluku Tenggara pada Minggu (27/9/2026) untuk melaporkan kasus tersebut.
Laporan itu tercatat dalam STPL Nomor STPL/132/IX/2026/POLRES MALRA/POLDA MALUKU tertanggal 27 September 2026.
Salah satu korban mengatakan sapi milik warga mulai hilang sejak 2024. Jumlah ternak yang dilaporkan hilang hingga saat ini mencapai 22 ekor.
“Jumlah sapi yang hilang hingga kasus ini terungkap sebanyak 22 ekor,” kata warga korban.
Menurut korban, aksi pencurian tersebut sulit diketahui karena berlangsung pada waktu yang tidak menentu. Namun, sejumlah aksi diduga dilakukan sekitar pukul 03.00 WIT.
Kasus ini kemudian mulai menemukan titik terang setelah seorang pria berinisial JR, yang disebut mengetahui dan diduga terlibat dalam aksi tersebut, mendatangi warga yang kehilangan ternak.
JR disebut bersedia memberikan keterangan kepada aparat penegak hukum terkait dugaan pencurian sapi tersebut.
Kasus itu kembali mencuat setelah sapi milik warga dilaporkan hilang sekitar 13 September 2026.
Warga menemukan sejumlah jejak di lokasi hilangnya ternak. Di antaranya bagian perut sapi yang ditinggalkan. Sementara sapi lainnya diduga dibawa menggunakan kendaraan yang telah disiapkan.
Berdasarkan keterangan korban mengenai pengakuan JR, sapi yang diambil kemudian diangkut menggunakan mobil penumpang. Daging sapi hasil pencurian tersebut disebut kemudian disalurkan ke salah satu rumah makan di Kota Tual.
Dalam setiap aksi, JR disebut mengaku hanya menerima uang sekitar Rp100 ribu hingga Rp250 ribu.
Korban menduga JR akhirnya membuka informasi tersebut karena pembagian hasil pencurian dinilai tidak adil.
Setelah itu, JR mendatangi para korban dan menyatakan kesediaannya memberikan keterangan kepada aparat penegak hukum.
Warga korban kini berharap polisi mengusut laporan tersebut secara transparan. Mereka meminta seluruh pihak yang diduga terlibat dalam hilangnya 22 ekor sapi tersebut dapat diungkap.
Warga juga berharap pihak yang terbukti melakukan tindak pidana dapat diproses sesuai ketentuan hukum.
Laporan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi para pemilik ternak yang mengaku mengalami kerugian akibat hilangnya sapi selama lebih dari dua tahun.






































































































Beta orang yg nama JR Tolong bagi siapa saja yg sebar berita ini tolong di hapus, keterangan ini tidak sesuai dengan keterangan yang saya kasih ke pihak korban, keterangan yang saya kasih ke mereka tidak ada bukti pencuri saya jelaskan secara Detai kemereka bahwa kami tidak sengaja mencuri binatang mereka,binatang tersebut tertangkap jerat babi,terus keterangan yg saya kasih saya cuman terlibat 2 ekor sapi itu pun bukan ada perencanaan pencurian,dua duanya tertangkap jerat babi,kenapa tibah tibah terjadi seperti ini,kasus ini belom di proses kami terbukti bersalah atau tidak kanapa Sdh begini yg malu saya
Saya akan tuntut nama baik saya di orang yg membawa keterangan seperti ini,saya akan tuntut
Saya terlibat hanya 2 ekor sapi saja itupun tertangkap jerat babi,Kenapa keterangan ini saya terlibat 22 ekor sapi