LanggurNews.com | Tual – Proses pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap kedua di Provinsi Maluku saat ini hanya baru dilakukan di Kota Tual.
Program tersebut mencakup dua lokasi, yakni Tam dan Ohoi Dullah Laut, dengan sejumlah fasilitas penunjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, mengatakan pembangunan KNMP merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat nelayan dan pesisir.
Program ini diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.
“Kampung Nelayan Merah Putih ini adalah proses untuk memberdayakan masyarakat nelayan dan pesisir yang tentunya akan sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan,” kata Renuat saat diwawancarai usai di Langgur, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, pembangunan tahap kedua di Maluku saat ini dilaksanakan di Kota Tual dengan dua lokasi yang telah ditetapkan, yakni Tam dan Dullah Laut.
Renuat menjelaskan, pembangunan tersebut tidak hanya mencakup fasilitas utama, tetapi juga sejumlah infrastruktur dan sarana pendukung aktivitas perikanan.
Pekerjaan yang disiapkan antara lain pembangunan cold storage atau fasilitas penyimpanan dingin, pembukaan ruas jalan, pengadaan sekitar 10 unit speedboat, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Seluruh fasilitas tersebut dirancang secara terintegrasi untuk menunjang kegiatan masyarakat nelayan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir.
Ia menambahkan, penetapan lokasi pembangunan berkaitan dengan ketersediaan dan luas lahan yang memenuhi persyaratan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Selain pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Renuat juga menjelaskan perkembangan rencana pengelolaan garam di Kota Tual.
Ia mengatakan, program tersebut masih berada dalam tahapan penganggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Tual.
Menurut Renuat, proses perubahan anggaran telah diajukan ke Pemerintah Provinsi Maluku untuk dievaluasi.
Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu penyelesaian tahapan evaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri.
“Dalam tahapan proses perubahan anggaran ini sudah diajukan ke provinsi, gubernur untuk dievaluasi dan saat ini masih menunggu evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri. Apabila ini sudah selesai ditetapkan, maka kita mulai jalan,” ujarnya.
Renuat menyebutkan, lokasi yang direncanakan untuk pengelolaan garam tersebut berada di kawasan sekitar Ohoi Tamedan.
Pemerintah Kota Tual akan memulai pelaksanaan program setelah proses evaluasi dan penetapan perubahan anggaran selesai.






































































































