LanggurNews.com | Kegiatan Literasi Keuangan Haji bertema Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Haji untuk Umat, digelar di aula kantor Wali Kota Tual, Rabu (4/11/2026).
Wali Kota Tual Akhmad Yani dalam sambutan yang dibacakan wakilnya Amir Rumra mengatakan, pihaknya mendorong pengelolaan dana haji dilakukan secara transparan, profesional, dan akuntabel agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
Literasi keuangan haji, kata dia, penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan dana haji, termasuk prinsip investasi, pengembangan dana, serta manfaatnya bagi jemaah dan umat.
Menurutnya, dana haji yang dihimpun dari masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga dan dikelola secara hati-hati sesuai prinsip syariah, peraturan perundang-undangan, serta tata kelola yang baik.
“Setiap rupiah yang disetorkan oleh calon jemaah haji merupakan amanah yang harus dijaga dan dikelola sesuai dengan prinsip syariah, ketentuan peraturan perundang-undangan, serta prinsip tata kelola yang baik,” demikian sambutan Wali Kota.
Amir juga menilai keterbukaan informasi diperlukan untuk mencegah munculnya kesalahpahaman dan informasi negatif di tengah masyarakat, terutama terkait penggunaan dana haji.
Dia mencontohkan, informasi yang belum dipahami secara utuh dapat dengan mudah menyebar melalui media sosial dan menimbulkan persepsi keliru mengenai pengelolaan dana umat.
Karena itu, kegiatan literasi tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus dialog bagi calon jemaah haji, pengurus masjid, imam, dan masyarakat untuk memperoleh penjelasan langsung dari lembaga yang berkompeten.
Lebih lanjut, Amir menyebut peningkatan pemahaman keagamaan dan ekonomi masyarakat merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang menjadi perhatian Pemkot Tual.
Dia mengatakan hal tersebut sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Akhmad Yani Renuat bersama dirinya untuk mewujudkan Kota Tual sebagai kota yang religius.
Salah satu bentuk komitmen tersebut, kata dia, adalah pemberian insentif bagi guru mengaji Muslim dan dukungan serupa bagi pemuka agama non-Muslim.
Pemkot Tual juga mengagendakan kegiatan mengaji setiap Jumat bagi aparatur sipil negara (ASN) Muslim. ASN yang belum bisa mengaji akan diberikan pembelajaran melalui kegiatan di rumah dinas Wali Kota, rumah dinas Wakil Wali Kota, maupun Masjid Pemerintah Daerah.
Selain itu, pemerintah daerah berencana memberikan dukungan kegiatan keagamaan, termasuk umrah bagi guru mengaji dan tokoh agama Muslim serta kesempatan ziarah bagi umat Kristiani.
Amir berharap peserta mengikuti kegiatan literasi keuangan haji dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan para narasumber.
Dia juga meminta agar pengetahuan yang diperoleh dapat disebarluaskan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Semoga melalui kegiatan ini kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana haji semakin kuat dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tata kelola keuangan haji yang transparan dan akuntabel semakin meningkat,” ujarnya.





































































































