LanggurNews.com | Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus menggenjot pasar wisatawan mancanegara asal China melalui penyelenggaraan Sales Mission di Shanghai dan Guangzhou.
Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan China ke Indonesia.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan kegiatan Sales Mission digelar di Shanghai pada 22 Mei 2026 dan Guangzhou pada 25 Mei 2026 sebagai bagian dari strategi promosi pariwisata Indonesia di pasar China.
“Sales Mission ini menjadi upaya Kementerian Pariwisata untuk memperkuat promosi Wonderful Indonesia di pasar Tiongkok sekaligus memperluas jejaring bisnis antara pelaku industri pariwisata kedua negara,” kata Made dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).
Sebanyak 14 pelaku industri pariwisata Indonesia mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari agen perjalanan, operator tur, pengelola akomodasi, hingga pelaku atraksi wisata yang selama ini fokus menggarap pasar China.
Dalam kegiatan itu, Kemenpar mempromosikan kampanye Wonderful Indonesia “Go Beyond Ordinary” dengan memperkenalkan sejumlah destinasi unggulan seperti Bali, Lombok, Jakarta, dan Surabaya.
Selain itu, berbagai produk wisata minat khusus seperti wellness tourism, wisata bahari, wisata budaya, dan wisata alam juga ditawarkan kepada calon mitra bisnis dari China.
Sales Mission juga menghadirkan sesi business-to-business (B2B), table top meeting, dan networking session yang mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan buyers potensial dari China.
Pada sektor akomodasi, Indonesia membawa sejumlah hotel dan resor unggulan seperti AYANA Komodo Waecicu Beach, AYANA Resort Bali, Kappa Sense Ubud, JHL Collection, The Mulia Resorts & Villas, Somewhere Lombok, Seven Secrets Resort Lombok, Four Seasons Resort Bali, dan Puri Bagus Lovina.
Sementara pada sektor perjalanan dan atraksi wisata, peserta yang terlibat antara lain PT Wahyu Mandiri Tour, New Bidadari Tour, Alexandra Bali Tour, Penjor Tours Bali, Alas Harum Bali, dan The Yoga Barn.
Menurut Made, China masih menjadi salah satu pasar prioritas Indonesia dengan jumlah wisatawan yang terus meningkat.
Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan China ke Indonesia mencapai 1.344.074 orang, menjadikannya penyumbang wisatawan mancanegara terbesar keempat setelah Singapura, Malaysia, dan India.
Pada 2026, Kemenpar menargetkan kunjungan wisatawan asal China mencapai 1,559 juta hingga 1,726 juta orang.
Hingga Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan China tercatat mencapai 357.740 orang atau naik 25,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 285.025 kunjungan.
Peningkatan tersebut turut didukung oleh semakin kuatnya konektivitas udara antara Indonesia dan China.
Saat ini penerbangan langsung dari berbagai kota di China menuju Bali, Jakarta, Surabaya, dan Manado terus bertambah seiring meningkatnya permintaan perjalanan wisata ke Indonesia.
“Konektivitas udara yang semakin baik menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia,” ujar Made.
Dari hasil pelaksanaan Sales Mission tersebut, Kemenpar mencatat potensi kunjungan wisatawan mencapai 12.336 pax.
Selain itu, kegiatan tersebut menghasilkan potensi transaksi sebesar US$ 6,17 juta atau sekitar Rp109,17 miliar serta potensi devisa mencapai US$ 14,96 juta atau setara Rp264,8 miliar.
Kemenpar optimistis pasar China akan terus menjadi salah satu motor pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara dan berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata Indonesia yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.






































































































