LanggurNews.com | Maluku Tenggara – Bupati Maluku Tenggara (Malra) M. Thaher Hanubun meminta pejabat yang baru dilantik tidak sekadar menjalankan rutinitas birokrasi.
Para pejabat yang dilantik dituntut mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Hal itu disampaikan Thaher saat memberikan sambutan pada pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator di lingkungan Pemkab Maluku Tenggara di Langgur, Selasa (20/8/2026).
Thaher menegaskan pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian atau pengisian jabatan. Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Jadilah pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah, bukan sekadar melaporkan masalah,” kata Thaher dalam sambutannya.
Dia meminta pejabat yang dilantik memiliki kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
Setiap masalah, kata dia, harus direspons dengan langkah yang cepat, tepat, dan terukur.
“Semakin tinggi jabatan yang dipercayakan, maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus dilaksanakan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Thaher juga menyoroti kondisi musim kemarau yang berpotensi memicu kebakaran.
Dia meminta jajaran pemerintah daerah melakukan langkah pencegahan sejak dini.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya bertindak setelah bencana terjadi. Sistem pencegahan, kesiapsiagaan, koordinasi, hingga respons cepat harus disiapkan.
“Situasi seperti ini harus menjadi perhatian kita bersama dan diantisipasi sejak dini,” katanya.
Thaher menyebut upaya tersebut penting untuk meminimalkan risiko terhadap masyarakat, lingkungan, serta fasilitas umum.
Thaher juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak bekerja sendiri-sendiri. Dia meminta koordinasi dan kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah diperkuat.
“Tidak boleh ada perangkat daerah yang merasa bekerja sendiri-sendiri,” tegasnya.
Dia menilai persoalan pembangunan yang semakin kompleks membutuhkan kerja bersama. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus bergerak dalam satu arah untuk mewujudkan Maluku Tenggara yang lebih maju, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.
Para pejabat baru juga diminta menjadi motor perubahan di lingkungan kerjanya masing-masing.
“Bangun kepemimpinan yang hadir, responsif, solutif, dan mampu memberikan hasil nyata,” tutur Thaher.
Dia kembali mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar penghargaan atau kewenangan. Jabatan merupakan amanah yang pada akhirnya harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, pemerintah, dan Tuhan Yang Maha Esa.
Thaher pun berpesan agar pejabat yang dilantik menjadi teladan bagi ASN yang dipimpinnya.
“Jabatan memiliki batas waktu, tetapi jejak pengabdian akan selalu dikenang,” katanya.
Dia berharap para pejabat kelak meninggalkan jabatan dengan catatan telah memberikan perubahan, menyelesaikan persoalan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Maluku Tenggara.
“Mari kita bekerja bersama dengan semangat kerja nyata, pelayanan berkualitas, Maluku Tenggara semakin mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.
(Redaksi)






































































































