LanggurNews.com | Langgur – Pemerintah Ohoi (Desa) Langgur, Kecamataan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyikapi kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Maluku.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Ohoi Langgur Hyronimus J.S. Dumatubun melalui surat himbauan kepada seluruh masyarakat Ohoi Langgur.
Dalam surat tersebut, Pemerintah Ohoi Langgur meminta warga membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan yang mendesak.
Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Selain itu, warga diingatkan untuk mengelola puntung rokok pada tempatnya serta tidak membakar sampah maupun kebun.
“Pemerintah Ohoi Langgur menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk memperhatikan hal-hal berikut,” demikian isi surat himbauan tersebut.
Warga juga diminta memperhatikan jarak pandang saat berkendara dan menutup pintu serta jendela rumah selama masa kabut asap.
Imbauan Pemerintah Ohoi Langgur tersebut sejalan dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura terkait kondisi asap di wilayah Maluku.
Dalam siaran pers Nomor e.B/ME.02.04/020/KAMQ/X/2026 tertanggal 3 Oktober 2026, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura, Kamari, mengungkapkan hasil observasi selama sepekan terakhir menunjukkan adanya asap tipis hingga sedang yang menyelimuti langit Maluku.
Jarak pandang saat itu berkisar 5-9 kilometer. Pada 3 Oktober 2026, asap cukup tebal juga teramati pada pagi hari di Kota Ambon, Kepulauan Aru, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Buru, Buru Selatan dan wilayah sekitarnya, dengan jarak pandang kurang dari 5 kilometer.
BMKG mencatat terdapat hingga 12 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Maluku pada 3 Oktober 2026. Jumlah terbanyak berada di wilayah Buru Selatan.
Berdasarkan arah angin dari timur menuju barat laut dan pantauan satelit Himawari-9, BMKG menyebut sebaran asap yang masuk ke Maluku berasal dari Papua dan sebagian kecil dari Pulau Buru serta Pulau Seram.
BMKG kemudian memprakirakan potensi asap kategori sedang dalam tiga hari ke depan di sejumlah wilayah, termasuk Kota Tual dan Maluku Tenggara.
Selain dua wilayah tersebut, potensi asap juga diprakirakan terjadi di Kota Ambon, Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Kepulauan Aru, serta bagian utara Kepulauan Tanimbar.
BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan memperbanyak minum air putih. Warga juga diminta menutup jendela apabila kondisi asap terasa semakin pekat.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan penderita gangguan pernapasan disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, pengguna jalan, transportasi laut dan penerbangan diminta meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi penurunan jarak pandang secara signifikan.
Masyarakat juga diminta terus memperbarui informasi cuaca dari BMKG dan instansi terkait sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).






































































































