LanggurNews.com | Langgur – Karnaval Budaya mewarnai pembukaan Festival Pesona Meti Kei (FPMK) Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara lewat Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan setempat, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini berlangsung meriah dengan melibatkan siswa-siswi dan para guru dari berbagai satuan pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP.
Karnaval dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, didampingi Ketua DPRD Maluku Tenggara, Stepanus Layanan, serta sejumlah anggota DPRD lainnya.
Peserta karnaval tampil dengan beragam atraksi yang menggambarkan kekayaan budaya dan potensi alam Kepulauan Kei.
Dengan mengenakan pakaian adat khas Kei, mereka menampilkan tarian dan nyanyian khas Kei, hasil laut dan hasil kebun, hingga berbagai alat tangkap tradisional yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Sepanjang rute karnaval, peserta yang didominasi anak-anak tersebut sukses mencuri perhatian warga.
Masyarakat tampak berjejer di sepanjang ruas jalan yang dilalui rombongan untuk menyaksikan penampilan para peserta yang membawa pesan pelestarian budaya dan pengenalan kekayaan lokal kepada generasi muda.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran para orang tua yang turut mendampingi anak-anak mereka.
Dukungan tersebut menambah antusiasme peserta sekaligus menunjukkan keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan budaya tahunan di Maluku Tenggara.
Karnaval dimulai dari depan Balai Ohoi Langgur dan berakhir di Landmark Kota Langgur.
Setibanya di lokasi, rombongan peserta disambut langsung oleh Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian pembukaan FPMK 2026 sekaligus ruang bagi generasi muda untuk mengenal, menampilkan, dan melestarikan warisan budaya Kei.
Melalui keterlibatan pelajar sejak usia dini, nilai-nilai tradisi lokal diharapkan terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Festival Pesona Meti Kei merupakan momentum untuk memperkenalkan identitas budaya, kekayaan alam, serta potensi pariwisata Maluku Tenggara kepada masyarakat luas.






































































































