LanggurNews.com | Langgur – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) resmi membuka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2026 untuk mengisi 18 jabatan strategis yang saat ini masih lowong.
Sebanyak 48 aparatur sipil negara (ASN) yang telah lolos seleksi administrasi akan mengikuti berbagai tahapan seleksi guna memperebutkan posisi tersebut.
Pembukaan seleksi berlangsung di Langgur, Rabu (24/6/2026), dan dihadiri Ketua Tim Penilaian Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural BKN Makassar Dwi Wahyu Atmaji bersama tim asesor, pimpinan DPRD Malra, panitia seleksi, dan para peserta.
Dalam sambutannya, Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun menegaskan bahwa pengisian jabatan harus dilakukan secara objektif melalui pendekatan akademis dan sistem merit, bukan melalui praktik titipan maupun tim sukses.
“Sebelum nanti seleksi berjalan, saya cuma berharap jangan ada tim-tim sukses. Tim-tim sukses itu akan memberatkan saya dalam mengambil keputusan,” kata Thaher.
Ia menegaskan, seluruh peserta harus meninggalkan perbedaan dan persaingan pribadi demi menghasilkan pemimpin birokrasi terbaik untuk Maluku Tenggara.
Menurutnya, jabatan strategis tidak boleh diberikan kepada orang yang tidak memiliki kompetensi karena dapat menghambat pembangunan daerah.
“Lebih baik sebuah jabatan itu kosong daripada diisi oleh orang-orang yang salah,” tegasnya.
Thaher mengatakan pemerintah membutuhkan pejabat yang mampu hadir di tengah masyarakat dan memberikan pelayanan publik secara maksimal. Karena itu, proses seleksi dilakukan untuk mencari figur yang memiliki kapasitas, integritas, dan kemampuan manajerial yang baik.
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh kebijakan pemerintah harus berbasis data dan kajian ilmiah, bukan asumsi semata.
“Banyak persoalan daerah yang harus diselesaikan dengan metodologi yang tepat, termasuk kemiskinan dan kemiskinan ekstrem yang masih menjadi tantangan di beberapa wilayah,” ujarnya.
Selain itu, Thaher meminta para calon pejabat memahami berbagai dokumen perencanaan pembangunan seperti RPJMN, RPJMD, Asta Cita, serta visi dan misi daerah sebelum mengikuti tahapan wawancara.
“Kalau masuk di saya, wawancara pasti berada di lingkungan itu. RPJMD, Asta Cita, sembilan prioritas, visi misi harus dibaca,” katanya.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menggunakan jalur informal untuk memengaruhi hasil seleksi.
“Jangan kirim orang-orang yang datang nongkrong di rumah Bupati untuk tolong yang ini, tolong yang itu. Stop dengan cara-cara itu. Karena itu bukan tipe saya,” tegasnya.
Thaher berharap proses seleksi JPT Pratama tahun ini dapat berjalan transparan, objektif, dan menghasilkan pejabat-pejabat terbaik yang mampu mempercepat pembangunan Maluku Tenggara.
“Semoga kegiatan ini berjalan aman, lancar, tertib, dan menghasilkan yang terbaik untuk Maluku Tenggara tercinta,” pungkasnya.






































































































