LanggurNews.com | Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendapat pagu anggaran Rp 1,51 triliun untuk tahun anggaran 2027.
Anggaran tersebut akan diarahkan untuk memperbesar dampak sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.
Menteri Pariwisata (MenparI Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan hal itu dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Pariwisata dan Kementerian UMKM Tahun Anggaran 2027, Senin (31/8/2026).
Widiyanti mengatakan anggaran negara harus diterjemahkan menjadi program yang tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Pembahasan anggaran bukan semata-mata mengenai besaran anggaran, tetapi mengenai bagaimana setiap rupiah uang negara diterjemahkan menjadi program kerja yang tepat sasaran, dilaksanakan secara akuntabel, serta diawasi bersama agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Widiyanti.
Diketahui, Kemenpar memperoleh pagu anggaran sebesar Rp 1.509.057.247.000.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung pencapaian indikator kinerja utama sekaligus menangani berbagai isu strategis pembangunan pariwisata.
Sejumlah alokasi mengalami peningkatan. Anggaran Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur naik dari Rp 39,43 miliar menjadi Rp 48,54 miliar. Anggaran Deputi Bidang Industri dan Investasi juga meningkat dari Rp 21,69 miliar menjadi Rp 26,33 miliar.
Sementara anggaran Tugas Pembantuan naik dari Rp 17,86 miliar menjadi Rp 19,76 miliar untuk mendukung pemerataan pembangunan pariwisata di daerah.
Kemenpar menyiapkan sejumlah program unggulan pada 2027. Di antaranya Peningkatan Keselamatan Berwisata, Desa Wisata, Pariwisata Berkualitas, Event by Indonesia, dan Tourism 5.0.
Untuk pengembangan destinasi, bantuan pemerintah bagi peningkatan amenitas dan aksesibilitas ditargetkan naik dari 92 unit pada 2026 menjadi 150 unit pada 2027.
Program peningkatan keselamatan berwisata juga ditargetkan dilaksanakan di 24 lokasi.
Digitalisasi sektor pariwisata turut menjadi perhatian melalui pengembangan SISPARNAS dan JADESTA. Kemenpar menargetkan lebih dari 6.300 data dan informasi desa wisata tersedia dalam JADESTA.
Sementara SISPARNAS ditargetkan menyediakan data atraksi pariwisata di 38 provinsi.
Dari berbagai program tersebut, Kemenpar memasang sejumlah target besar pada 2027. Kunjungan wisatawan mancanegara ditargetkan mencapai 17,6-19,1 juta kunjungan.
Perjalanan wisatawan nusantara ditargetkan mencapai 1,28 miliar perjalanan. Investasi pariwisata dipatok Rp 71 triliun, sedangkan devisa pariwisata ditargetkan mencapai US$ 25,5-28,6 miliar.
Sebagai pembanding, pada Semester I 2026 tercatat 7,45 juta kunjungan wisatawan mancanegara, devisa US$ 8,43 miliar, 0,63 miliar perjalanan wisatawan nusantara, dan investasi pariwisata Rp 39,68 triliun.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh program yang direncanakan dapat dijalankan dengan baik dan akuntabel untuk membangun pariwisata nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Widiyanti.






































































































