LanggurNews.com | Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menghadirkan program “Liburan ke Kampung Main” sebagai alternatif kegiatan liburan sekolah yang seru sekaligus edukatif bagi anak-anak dan keluarga.
Program yang digelar bersama mitra Co-Branding Wonderful Indonesia ini berlangsung secara luring dan daring hingga 5 Juli 2026.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan program tersebut merupakan upaya Kemenpar mengajak masyarakat berwisata #DiIndonesiaAja sekaligus memperkenalkan desa wisata kepada anak-anak sejak usia dini.
“Melalui ‘Liburan ke Kampung Main‘, kami ingin menghadirkan pengalaman liburan sekolah yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif. Anak-anak dapat merasakan langsung suasana Kampung Main sebagai ruang yang kaya akan budaya, kearifan lokal, dan nilai-nilai keberlanjutan,” kata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan luring digelar di Kampung Main Co-Branding Wonderful Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 1-5 Juli 2026.
Berbagai permainan edukatif dan lokakarya interaktif disajikan dengan tema berbeda setiap hari, mulai dari gastronomi, warisan budaya dan bahari, wastra, seni dan desain, hingga wellness.
Salah satu aktivitas yang menjadi daya tarik adalah permainan “Petualangan Jagung” dengan konsep farm to table. Melalui permainan ini, anak-anak diajak mengenal proses pengolahan hasil pertanian dari kebun hingga menjadi makanan.
Selain itu, Kemenpar juga menghadirkan permainan digital scavenger hunt yang mengajak peserta menyelesaikan berbagai tantangan sambil mengenal ikon-ikon destinasi wisata Indonesia. Peserta berkesempatan memenangkan empat voucher staycation sebagai hadiah utama serta berbagai hadiah menarik lainnya.
Bagi masyarakat yang tidak dapat berkunjung ke TMII, permainan scavenger hunt dapat diikuti di sejumlah destinasi mitra Co-Branding Wonderful Indonesia, antara lain HeHa Waterfall Bogor, HeHa Forest Sleman, Plaza Ambarrukmo dan Plaza Malioboro Yogyakarta, Pramana Craft dan Van Bloemen 1881 Sleman, serta Jatim Park Malang.
Peserta cukup memindai kode QR yang tersedia di lokasi untuk memulai permainan secara daring. Aktivasi digital tersebut berlangsung sejak 22 Juni hingga 5 Juli 2026.
Menurut Ni Made, program ini juga menjadi sarana memperkenalkan konsep pariwisata berkelanjutan kepada anak-anak sejak dini. Dengan pengalaman langsung yang menyenangkan, anak-anak diharapkan memiliki kepedulian terhadap lingkungan, budaya, dan masyarakat lokal.
“Kami berharap anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mendukung pengembangan desa wisata sekaligus terinspirasi bahwa #DiIndonesiaAja merupakan pilihan liburan yang menyenangkan untuk dinikmati bersama keluarga,” ujarnya.
Kemenpar memilih Generasi Alpha sebagai sasaran utama program karena dinilai sebagai calon wisatawan sekaligus agen perubahan bagi masa depan pariwisata Indonesia. Di tengah kehidupan yang semakin digital, desa wisata dinilai mampu menghadirkan pengalaman autentik melalui konsep slow travel dan slow living.
Program “Liburan ke Kampung Main” juga melanjutkan berbagai inisiatif edukasi keberlanjutan yang telah dijalankan melalui kolaborasi Co-Branding Wonderful Indonesia.
Sejak 2025, lebih dari 289,4 kilogram material daur ulang dan limbah kemasan dari para mitra telah diolah menjadi instalasi Totem Wonderful Indonesia sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah dan pelestarian destinasi wisata.
Melalui program ini, Kemenpar berharap semakin banyak keluarga memilih destinasi wisata domestik dan mengeksplorasi berbagai pengalaman wisata menarik melalui gerakan #DiIndonesiaAja.






































































































