LanggurNews.com | Tual – Mahasiswa Universitas Uningrat (Uningrat) Tual didorong memanfaatkan smartphone tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana berkarya, membangun peluang, dan mempromosikan potensi Kota Tual serta Kepulauan Kei ke tingkat global.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Next Generation Leadership & Digital Creativity yang diselenggarakan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Uningrat Tual bekerja sama dengan BEM FST Uningrat, Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Kota Tual, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual di Aula Lantai III Universitas Uningrat Tual, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan bertema “Mengasah Kreativitas dan Keterampilan Fotografi Mahasiswa di Era Digital” itu menghadirkan Founder Ramo Media Grup dan Eluma Film, Rocky Arthur Tahapary, sebagai narasumber.
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual melalui Sekretaris Dinas, Ratna Sari Tamher, mengatakan mahasiswa merupakan agen perubahan yang harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memanfaatkannya secara produktif.
Menurutnya, smartphone kini telah berkembang menjadi media kreatif yang dapat digunakan untuk menghasilkan karya fotografi, mempromosikan destinasi wisata, hingga mendukung pemasaran produk UMKM.
“Mahasiswa perlu menguasai teknik fotografi seperti pencahayaan, komposisi, sudut pengambilan gambar, hingga editing agar mampu menghasilkan konten digital yang berkualitas,” kata Ratna dalam sambutannya.
Sementara itu, Rocky Arthur Tahapary mengatakan teknologi yang ada di tangan generasi muda harus dimanfaatkan untuk membangun citra daerah maupun personal branding.
“Walaupun dengan smartphone, kita bisa meng-create sesuatu yang dapat mem-branding kota sendiri, mem-branding kampus, bahkan personal branding kita,” ujarnya.
Ia menilai perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi Kota Tual dan Kepulauan Kei untuk dikenal lebih luas melalui konten visual yang menarik.
Menurut Rocky, promosi sebuah daerah kini dapat dilakukan dengan cepat melalui media digital apabila dikemas secara kreatif.
“Sekarang mempromosikan sesuatu itu sangat cepat dan mudah. Dalam hitungan menit atau hari, kita sudah bisa dilihat oleh satu dunia. Tinggal bagaimana packaging atau kemasan yang kita berikan,” katanya.
Rocky juga mengajak mahasiswa memanfaatkan potensi alam dan budaya Kei sebagai bahan konten kreatif untuk menarik minat wisatawan maupun investor.
“Kita bisa mempromosikan daerah kita sehingga wisatawan ataupun investor melihat bahwa ini adalah tempat yang nyaman, tempat yang keren, tempat yang baik untuk dikunjungi,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan mahasiswa agar bijak menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi bohong maupun konten yang berpotensi memicu konflik.
Dosen Universitas Uningrat Tual sekaligus moderator kegiatan, Joshua J. Hursepuny, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan hard skill dan soft skill mahasiswa agar mampu bersaing di era digital.
Menurutnya, mahasiswa tidak boleh terpaku pada keterbatasan karena melalui smartphone mereka dapat menghasilkan karya kreatif yang bernilai ekonomi.
“Dari dalam genggaman mereka, melalui smartphone, mereka bisa menghasilkan suatu karya yang baik dengan menerapkan teknik fotografi,” kata Joshua.
Ia berharap mahasiswa mampu menciptakan peluang melalui karya digital, sehingga tidak hanya menunggu kesempatan kerja, tetapi juga dapat menghasilkan nilai ekonomi dari kreativitas yang dimiliki.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas literasi dalam mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan potensi Kota Tual dan Kepulauan Kei kepada dunia.
(Redaksi)






































































































