LanggurNews.com | Maluku Tenggara – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Merangkai Kei dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di Desa Ohoidertom, Kecamatan Kei Kecil, tidak hanya membawa program pemberdayaan masyarakat, tetapi juga meninggalkan warisan penting bagi keselamatan warga.
Melalui program kerja Klaster Sains dan Teknologi, tim KKN UGM memasang lima rambu evakuasi dan mitigasi tsunami di sejumlah titik strategis di wilayah pesisir Desa Ohoidertom.
Program ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana tsunami.
Selama ini, Desa Ohoidertom yang berada di kawasan pesisir dan berhadapan langsung dengan laut hanya memiliki satu penanda jalur evakuasi.
Kondisi tersebut dinilai belum memadai apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat yang membutuhkan proses evakuasi secara cepat.
Berangkat dari kondisi itu, mahasiswa KKN UGM menginisiasi pemasangan empat rambu penunjuk arah evakuasi dan satu rambu titik kumpul yang ditempatkan pada lokasi-lokasi strategis.
Sebelum pemasangan dilakukan, tim terlebih dahulu melaksanakan survei lapangan untuk menentukan titik terbaik.
Penentuan lokasi mempertimbangkan jalur tercepat menuju dataran tinggi, akses yang mudah dijangkau seluruh masyarakat, termasuk anak-anak dan lanjut usia, serta posisi rambu yang mudah terlihat.
Keberadaan rambu-rambu tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali jalur penyelamatan saat terjadi tsunami sehingga proses evakuasi dapat dilakukan secara cepat, aman, dan terarah.
Tak hanya berfungsi sebagai penunjuk arah, rambu evakuasi juga diharapkan menjadi media edukasi yang terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya budaya sadar bencana, khususnya bagi generasi muda yang tinggal di kawasan pesisir.
Pelaksanaan program mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Ohoi Ohoidertom dan masyarakat setempat. Aparat desa terlibat sejak tahap penentuan lokasi, perizinan, hingga mendampingi proses pemasangan rambu di lapangan.
Partisipasi aktif warga juga menjadi bagian penting dalam program tersebut. Dengan keterlibatan masyarakat sejak awal, diharapkan tumbuh rasa memiliki sehingga seluruh sarana mitigasi yang telah dipasang dapat dirawat dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Tim KKN-PPM Merangkai Kei UGM berharap program ini tidak berhenti pada pemasangan rambu semata.
Mereka mendorong agar edukasi kebencanaan terus dilakukan oleh pemerintah ohoi bersama masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun desa yang tangguh terhadap bencana.
Dengan hadirnya lima rambu evakuasi tsunami di Desa Ohoidertom, masyarakat kini memiliki panduan yang lebih jelas menuju lokasi aman apabila terjadi bencana, sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian dapat ditekan semaksimal mungkin.
(KKN-UGM/LN)






































































































