LanggurNews.com | Maluku Tenggara – Pemerintah Ohoi Iso, Kabupaten Maluku Tenggara, menyambut baik rencana perluasan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Evu.
Kepala Ohoi Iso Vinsentius Jamrewav mengatakan pemerintah ohoi bersama unsur kelembagaan telah membahas rencana masuknya jaringan air bersih ke wilayah tersebut. Hasilnya, masyarakat sepakat menerima program tersebut.
“Semua sudah sepakat bahwa air minum masuk nanti di Iso,” kata Vinsentius usai rapat bersama unsur kelembagaan Ohoi Iso, Senin (11/9/2026).
Vinsentius mengatakan sistem pelayanan air nantinya akan menggunakan meteran. Masyarakat juga telah menyatakan kesiapan untuk menerima pemasangan sambungan air ke rumah masing-masing.
“Air minum ini sama dengan di kota, jadi nanti pakai meteran. Mereka sudah siap semua, termasuk untuk bayar rekening air tiap bulannya,” ujarnya.
Menurut Vinsentius, pemasangan sambungan dari jaringan utama menuju rumah warga akan dilakukan PDAM. Sementara untuk pekerjaan penggalian, masyarakat kemungkinan akan ikut membantu.
“Untuk pemasangan ke rumah itu nanti dari PAM sendiri yang pasang. Untuk penggalian itu mungkin dari masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Direktur PDAM Maluku Tenggara Fatma Talaohu dihubungi secara terpisah menjelaskan, pengembangan jaringan air bersih ke Ohoi Iso dan sejumlah wilayah di sekitarnya sebenarnya telah direncanakan sejak 2017 lalu.
Wilayah yang menjadi sasaran antara lain Ohoi Wain, Iso, Disuk, dan Revav. Namun, rencana tersebut sempat terkendala karena jaringan pipa menuju wilayah tersebut harus melewati Ohoi Wain.
“Jadi untuk pengembangan air bersih ke Ohoi Wain dan sekitarnya seperti Iso, Disuk dan Revav, di tahun 2017 itu kita sudah lakukan pendekatan dengan kepala Ohoi Wain saat itu,” kata Fatma.
“Waktu itu kepala Ohoi Wain menolak pembangunan jaringan di situ, sementara jaringannya harus lewat Wain, baru sampai di Iso, Revav dan Disuk,” sambungnya.
Fatma mengatakan persoalan tersebut kembali dibahas dalam kegiatan PKK di Ohoi Tenbuk yang dihadiri para kepala ohoi se-Kecamatan Kei Kecil Timur.
Dalam pertemuan tersebut, pihak PDAM menyampaikan adanya program pembangunan jaringan SPAM Evu yang akan dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum bersama Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Maluku.
Menurut Fatma, Kepala Ohoi Wain yang saat ini menjabat memberikan respons positif terhadap rencana pembangunan jaringan tersebut.
“Kalau pipanya itu lewat Wain, dan itu untuk masyarakat umum, beliau sangat mendukung. Dan beliau nanti kasih izin,” ujarnya.
Fatma mengatakan PDAM akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, untuk melakukan survei terhadap rencana jaringan menuju kawasan tersebut.
“Nanti kita kerja sama dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. Jadi nanti kita fokus untuk lakukan survei ke situ,” katanya.
Dia menjelaskan jaringan induk SPAM berasal dari Oho Evu. Sedangkan jaringan menuju ohoi-ohoi di sekitar Wain harus melewati wilayah Ohoi Wain.
“Pipa induknya dari Oho Evu, sementara untuk ohoi-ohoi di sekitar Wain itu jaringannya harus lewat Ohoi Wain,” jelas Fatma.
Fatma mengatakan masyarakat yang mendapatkan sambungan rumah melalui program hibah tidak akan dikenakan biaya pemasangan reguler. Penerima hanya dikenakan biaya administrasi.
“Kalau pemasangan baru reguler itu kan biayanya sekitar Rp 1,4 juta. Tetapi kalau itu menerima hibah pemasangan sambungan rumah, berarti kita mengenakan biaya administrasi saja Rp 150 ribu per pelanggan,” ungkapnya.
Setelah terpasang, pelanggan tetap wajib membayar rekening air setiap bulan sesuai ketentuan PDAM.
Fatma menegaskan kesiapan masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar perluasan jaringan SPAM dapat berjalan.
“Ohoi-ohoi itu harus betul-betul welcome dan menerima program ini. Lalu bersedia untuk bayar rekening air,” tegasnya.
Fatma mengatakan PDAM akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, untuk melakukan survei lokasi dan perencanaan jaringan.
“Jadi nanti kita fokus untuk lakukan survei ke situ. Survei pembangunan jaringannya,” jelasnya.
Meski demikian, survei untuk jaringan tersebut belum menjadi prioritas utama. PDAM masih akan menyelesaikan pembangunan paket jaringan yang saat ini diarahkan ke Ohoi Watngon dan Ohoi Abean.
Setelah pekerjaan tersebut selesai, PDAM akan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk melakukan survei dan penyusunan perencanaan jaringan ke Wain dan sekitarnya.
Fatma menegaskan, perencanaan perlu dilakukan lebih awal karena program pembangunan jaringan tidak bisa serta-merta diusulkan pada tahun anggaran berikutnya.
“Kan dia tidak bisa lagi diusulkan, mungkin di tahun 2027. Karena itu harus diusulkan dari jauh-jauh hari,” katanya.
Diketahui, Pembangunan jaringan perpipaan dan sambungan rumah SPAM Evu disosialisasikan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bersama Kementerian Pekerjaan Umum dalam rapat di Kantor Bupati Maluku Tenggara, Rabu (2/9) lalu.
Rapat tersebut melibatkan Tim Subdirektorat Wilayah III Direktorat Air Minum, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Tim Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Maluku.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Maluku.
Proyek tersebut merupakan perluasan jaringan perpipaan yang menghubungkan jaringan existing dengan sejumlah wilayah penerima manfaat.
Untuk tahap ini, jaringan SPAM Evu akan dikembangkan dari Desa Rumaat menuju Desa Ra’at, Watngon, dan Abean dengan target 300 sambungan rumah.
Data pengadaan menunjukkan paket Pembangunan Jaringan Perpipaan dan Sambungan Rumah SPAM Evu Kabupaten Maluku Tenggara memiliki pagu Rp 7 miliar dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Untuk wilayah yang belum memiliki jaringan, akan dibangun jaringan perpipaan baru guna memperluas cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat.






































































































