LanggurNews.com | Tual – Pemerintah Kota (Pemkot) Tual terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sail to Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 15-21 Juli 2026.
Sebanyak 22 kapal pesiar (yacht) asing dengan sekitar 60 wisatawan mancanegara dijadwalkan singgah di Kota Tual sebagai salah satu entry point resmi kapal wisata asing di Indonesia.
Saat dihubungi media ini di Tual, Kamis (9/7/2026), Kepala Dinas Pariwisata Kota Tual, Lajania Madamar, mengatakan penunjukan Kota Tual sebagai lokasi persinggahan Sail to Indonesia mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 105 Tahun 2015 tentang Kunjungan Kapal Wisata (Yacht) Asing ke Indonesia.
Kota Tual di tahun 2026 ini telah ditetapkan sebagai salah satu pelabuhan tujuan kapal yacht asing, sekaligus Entry Point iven Sail to Indonesia.
“Bapak Wali Kota telah menyatakan kesiapan kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, untuk menyelenggarakan Sail to Indonesia 2026 di Kota Tual. Berdasarkan itu, Kementerian Pariwisata menunjuk event organizer Raymond T. Lesmana untuk mendampingi pelaksanaan kegiatan,” kata Lajania.
Ia menjelaskan, tahapan awal persiapan telah dilakukan melalui rapat koordinasi secara daring bersama seluruh daerah yang menjadi tujuan Sail to Indonesia 2026, termasuk Kota Tual.
Menurutnya, Pemerintah Kota Tual juga telah menyiapkan berbagai infrastruktur dan sarana pendukung dengan dukungan penuh dari Wali Kota Tual sebagai bagian dari komitmen pengembangan sektor pariwisata.
“Pengembangan pariwisata menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah, bahkan masuk dalam poin ke-11 dari 19 program prioritas kerja Wali Kota Tual,” ujarnya.
Selain itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat melalui pertemuan yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tual bersama instansi yang tergabung dalam CIQP (Customs, Immigration, Quarantine and Port).
Pertemuan tersebut melibatkan Karantina, Imigrasi, Syahbandar, Stasiun Radio Kelas II Tual, TNI AL, Polairud, BMKG, Telkomsel, Pertamina, KPLP, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
“Seluruh instansi menyatakan komitmen bersama untuk menyukseskan Sail to Indonesia di Kota Tual,” katanya.
Tak hanya instansi vertikal, sejumlah organisasi perangkat daerah seperti Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkim hingga Satpol PP juga dilibatkan dalam mendukung kelancaran kegiatan.
Lajania mengatakan, Sail to Indonesia diharapkan memberikan dampak strategis bagi pembangunan daerah, terutama dalam meningkatkan citra Kota Tual di mata komunitas pelayaran internasional.
“Kami ingin Kota Tual tidak hanya dikenal sebagai entry point, tetapi juga menjadi rumah bagi para pelaut internasional yang berlayar di kawasan Indonesia Timur,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata, UMKM, kuliner, dan ekonomi kreatif.
Pemerintah Kota Tual juga menargetkan Sail to Indonesia menjadi agenda tahunan sekaligus menjadi fondasi pembangunan pelabuhan wisata (mini marina) di Kota Tual pada masa mendatang.
“Kami berharap ke depan Kota Tual memiliki pelabuhan wisata yang representatif sehingga menjadi pusat persinggahan kapal wisata internasional di Indonesia Timur,” katanya.
Selama enam hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai agenda, mulai dari pengisian logistik, welcome ceremony, hingga kegiatan community celebration.
Rangkaian acara juga akan dimeriahkan dengan pawai budaya, pameran produk lokal, bazar UMKM, serta festival kuliner yang dipusatkan di Desa Dullah, lokasi tempat kapal-kapal yacht akan berlabuh.
Pemerintah telah menyiapkan stan khusus bagi pelaku UMKM binaan Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat Desa Dullah untuk mempromosikan produk unggulan daerah kepada wisatawan mancanegara.
Menutup keterangannya, Lajania mengajak seluruh masyarakat Kota Tual turut menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Sail to Indonesia 2026.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan sehingga wisatawan mancanegara merasa aman dan nyaman selama berada di Kota Tual. Mari kita tunjukkan bahwa Kota Tual adalah rumah bagi pelaut internasional di Indonesia Timur,” pungkasnya.
(Redaksi)






































































































