LanggurNews.com | Langgur – Pemerintah Ohoi (Desa) Iso, Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), mulai mematangkan usulan pembangunan untuk tahun anggaran 2027 melalui Pra-Musrenbang, Senin (26/10).
Sejumlah kebutuhan masyarakat, mulai dari perbaikan jaringan pipanisasi air bersih hingga program pemberian makanan tambahan (PMT) dan penanganan stunting, menjadi perhatian dalam tahapan perencanaan tersebut.
Sekretaris Ohoi Iso, Efrem Hendrikus Tharob, mengatakan Pra-Musrenbang menjadi tahapan awal untuk menghimpun usulan dari seluruh kelembagaan ohoi sebelum dibahas dalam Musyawarah Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Ohoi Iso Tahun 2027.
“Pra-Musrenbang ini kami laksanakan bersama Pemerintah Ohoi, Badan Permusyawaratan Ohoi (BPO), dan seluruh kelembagaan. Mereka menyampaikan usulan sesuai dengan RPJMDes yang menjadi dasar perencanaan pembangunan ohoi,” kata Efrem kepada LanggurNews.com, Selasa (27/10/2026).
Dia menjelaskan, usulan dari masing-masing kelembagaan akan dibawa ke musyawarah RKP Ohoi yang direncanakan berlangsung pada awal November 2026.
Selain menghimpun usulan program tahunan, pemerintah ohoi juga akan melakukan peninjauan dan revisi terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) sesuai kebutuhan.
Efrem menyebutkan, sejumlah usulan yang disampaikan berkaitan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Di antaranya, usulan kader Posyandu mengenai program pemberian makanan tambahan serta usulan kelompok yang menangani kesehatan masyarakat terkait rembuk stunting dan PMT untuk mendukung penanganan stunting.
“Setiap kelembagaan menyampaikan usulan sesuai kebutuhan masing-masing. Ada usulan terkait PMT, rembuk stunting, PMT stunting, dan berbagai kebutuhan lainnya yang nantinya dibahas dalam musyawarah RKP Ohoi,” ujarnya.
Selain sektor kesehatan, kebutuhan air bersih juga menjadi salah satu usulan dalam Pra-Musrenbang Ohoi Iso. Sejumlah kelembagaan mengusulkan perbaikan jaringan pipanisasi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Efrem mengatakan, meskipun terdapat rencana masuknya layanan Perusahaan Air Minum (PAM) ke Ohoi Iso, pemerintah ohoi tetap perlu mempersiapkan langkah untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan, termasuk melalui usulan perbaikan jaringan pipa.
“Walaupun direncanakan PAM juga akan masuk ke ohoi kami, sebagai pemerintah ohoi kami tetap menyiapkan kebutuhan dasar masyarakat. Air itu sangat penting,” ungkapnya.
Selain sektor kesehatan, usulan pembangunan juga mencakup pembenahan fasilitas pendidikan anak usia dini (PAUD).
Kebutuhan tersebut meliputi rehabilitasi ringan bangunan PAUD, pengadaan mebel berupa meja dan kursi untuk anak-anak serta guru, hingga penyediaan alat permainan edukatif untuk kebutuhan di dalam dan luar ruangan.
Usulan perbaikan sarana kesehatan juga menjadi perhatian, khususnya rehabilitasi ringan bangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Pembenahan fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat Ohoi Iso.
Berbagai usulan dari sektor pendidikan dan kesehatan itu selanjutnya akan dibahas dalam Musyawarah RKP Ohoi Iso Tahun 2027 untuk menentukan prioritas program sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran ohoi.
Dia menambahkan, pemerintah ohoi belum mengetahui secara pasti besaran pagu anggaran yang akan diterima pada 2027. Namun, pagu anggaran tahun 2026 dapat dijadikan acuan sementara dalam menyusun prioritas program pembangunan.
Sebelum digelarnya Pra-Musrenbang, diawali dengan apel kelembagaan dan dihadiri seluruh unsur kelembagaan ohoi, termasuk Ketua BPO beserta anggota.
Kepala Ohoi Iso, Vincentius Jamrewav, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Rapat menjadi forum bagi setiap kelembagaan untuk menyampaikan kebutuhan dan usulan yang akan dipertimbangkan dalam penyusunan RKP Ohoi Iso Tahun 2027.
Seluruh usulan tersebut selanjutnya akan dibahas dalam musyawarah RKP Ohoi untuk menentukan prioritas pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran.






































































































