Teluk Bintuni, LanggurNews.com – Pusat Pelatihan Teknik Industri Migas (P2TIM) Teluk Bintuni kembali menunjukkan kualitas lulusannya dengan menggelar praktik table manner bagi siswa Hospitality angkatan ke-19.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (26/11/2025) ini menjadi panggung bagi para siswa untuk mendemonstrasikan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja di bidang perhotelan.
Dalam praktik yang dibagi dalam dua sesi ini, para siswa menampilkan kemampuan komprehensif. Mereka tidak hanya berperan sebagai pelayan, tetapi juga sebagai instruktur yang menjelaskan menu, barista, hingga bagian dari tim dapur yang berkolaborasi dengan para chef.
Sejumlah menu khas Eropa seperti Sweet Corn Cream Soup, Warm Potato Salad, dan Chicken Beurre Blanc Sauce disajikan secara profesional di hadapan para tamu.
Untuk memastikan penilaian yang objektif dan transparan, P2TIM sengaja mengundang para penilai dari berbagai kalangan eksternal. Mereka terdiri dari praktisi perhotelan, tenaga kependidikan, aktivis pendidikan, masyarakat umum, hingga alumni yang telah bekerja.
Training Centre Manager Petrotekno—perusahaan pengelola P2TIM—Tyas Rangga Kristianto, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan agar pembelajaran di P2TIM dapat dinilai secara lebih terbuka.
“Kita pengen lebih membuka diri. Lebih mengenalkan ke masyarakat luar tentang sebenarnya di P2TIM itu belajar apa saja, bekal apa yang kita berikan. Supaya masyarakat lebih melihat secara objektif,” jelasnya.
Kebanggaan tersendiri dirasakan Tyas melihat performa siswa. Ia menilai ada perkembangan signifikan, baik dari hard skill maupun soft skill, dibandingkan saat mereka pertama kali bergabung.
“Dari cara penyampaian, cara penyajian, kita bisa dibilang terharu ya. Bangga juga,” ujarnya.
Perkembangan ini adalah buah dari proses pelatihan intensif selama tiga bulan, yang mencakup teori, praktik, dan magang di hotel, restoran, atau kafe, sebelum mengikuti asesmen akhir.
Tyas optimis dengan kesiapan alumni P2TIM menyongsong dunia kerja. Sejak berdiri, lembaga ini telah meluluskan hampir 1.800 peserta dari 18 angkatan.
“Sekitar 60 persen di antaranya telah terserap di pasar kerja, baik di Papua, luar Papua, hingga mancanegara, dengan salah satu alumni berhasil bekerja di Brunei,” terang Tyas.
Ia menegaskan, P2TIM juga tidak berhenti membantu setelah mereka lulus.
“Bahkan setelah lulus pun kita tetap memantau, memberi informasi lowongan, dan mengarahkan mereka,” pungkasnya.






































































































