LanggurNews.com | Jakarta – Dalam Rapat Kerja yang digelar bersama Komisi VII DPR RI, Menteri Pariwisata Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan hasil positif dari pengelolaan anggaran Kementerian Pariwisata untuk Tahun Anggaran 2025.
Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII, Lamhot Sinaga, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik.
Widiyanti melaporkan bahwa Kementerian Pariwisata mencapai realisasi anggaran sebesar 95,52 persen dari total pagu yang ditetapkan.
Angka ini meliputi realisasi berdasarkan satuan kerja yang mencapai 95,92 persen, dengan pencapaian tertinggi dari Satuan Kerja Pusat sebesar 97,74 persen.
Sebagai bagian dari upaya akuntabilitas, Laporan Keuangan Kementerian tersebut telah diserahkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada awal Februari 2026.
Menpar optimis Kementerian akan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk tahun kesepuluh berturut-turut, menjelang rilis resmi opini BPK pada 16 Juli 2026.
Dalam laporan tersebut, Menpar Widiyanti juga menyampaikan bahwa sektor pariwisata menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga Mei 2026 tercatat mencapai 6,07 juta, meningkat sebesar 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Rata-rata pengeluaran per kunjungan juga mengalami kenaikan, mencapai 1.345,61 dolar AS.
Sektor pariwisata berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) dengan angka antara 4,01 hingga 5,00 persen, dan investasi di sektor ini melonjak hingga Rp25,34 triliun pada triwulan pertama 2026.
Menpar mengumumkan bahwa Kementerian akan mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,01 triliun untuk Tahun Anggaran 2027, dengan target pagu ideal sebesar Rp3 triliun.
Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan efektivitas belanja negara demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Widiyanti menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah dan DPR dalam mewujudkan target-target pembangunan yang ambisius.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Widiyanti.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Kementerian Pariwisata Indonesia menunjukkan tekad untuk terus memfasilitasi pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berkontribusi besar dalam pembangunan nasional.






































































































