LanggurNews.com | Jakarta – Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Jayawijaya, Papua Pegunungan, diguncang insiden penembakan.
Dua warga sipil terluka dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu (8/8/2026) itu.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan sangat menyesalkan insiden penembakan yang terjadi di sekitar penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem tersebut.
“Kemenpar sangat menyesalkan insiden penembakan yang terjadi di sekitar penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem dan mengakibatkan dua warga sipil terluka,” demikian keterangan Kemenpar dalam siaran pers, Senin (10/8/2026).
Kemenpar menyampaikan empati kepada para korban dan keluarga. Kemenpar juga mendoakan agar kedua korban segera pulih.
Insiden tersebut terjadi pada hari kedua penyelenggaraan festival. Sehari sebelumnya, pada hari pertama pembukaan, Wakil Menteri Pariwisata bersama tim Kemenpar hadir langsung di lokasi.
Saat itu, rangkaian kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem berlangsung aman, meriah, dan kondusif.
Namun, ketika insiden penembakan terjadi pada hari kedua, Wakil Menteri Pariwisata dan tim Kemenpar sudah berada di Jayapura. Mereka berada di Jayapura untuk selanjutnya kembali ke Jakarta.
Kemenpar memastikan Wakil Menteri Pariwisata dan seluruh timnya telah berada di Jakarta dalam kondisi baik.
Kemenpar kemudian terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk memantau perkembangan situasi pascainsiden penembakan.
Berdasarkan informasi dari Pemkab Jayawijaya, kondisi di lapangan telah kembali kondusif dan aman.
Gabungan personel TNI dan Polri terus melakukan pemantauan sekaligus meningkatkan pengamanan.
Meski situasi mulai kondusif, Festival Lembah Baliem pada hari kedua terpaksa dihentikan. Penghentian dilakukan untuk memastikan situasi dan keamanan dapat terkendali.
Sementara itu, rangkaian terakhir Festival Budaya Lembah Baliem, yakni “Karnaval Budaya Nusantara”, tetap berlangsung di pusat Kota Wamena, tepatnya di depan Kantor Bupati Jayawijaya.
Lokasi karnaval tersebut berada cukup jauh dari lokasi penembakan yang terjadi sehari sebelumnya. Pengamanan juga ditingkatkan selama kegiatan berlangsung.
Kemenpar berharap proses penanganan oleh aparat berwenang dapat berjalan dengan baik.
Situasi diharapkan segera kembali kondusif sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.
Kemenpar menilai festival budaya seharusnya menjadi ruang perjumpaan dan titik temu berbagai perbedaan.
“Di sanalah masyarakat, wisatawan, dan berbagai komunitas dapat saling mengenal, serta merayakan kekayaan budaya Papua dalam suasana damai,” kata Kemenpar.
Kemenpar juga mengajak seluruh pihak untuk tetap tenang dan menahan diri. Masyarakat diminta tidak terprovokasi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami menghormati proses penanganan yang dilakukan aparat berwenang dan mengajak seluruh pihak untuk tetap tenang, menahan diri, tidak terprovokasi, dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Kemenpar.
Kemenpar menegaskan budaya harus terus menjadi jembatan yang menyatukan. Festival Lembah Baliem disebut sebagai milik masyarakat Papua sekaligus kebanggaan Indonesia yang harus dijaga bersama sebagai ruang damai, aman, dan penuh persaudaraan.






































































































